Pidato di Sidang PBB, Jokowi: Kita Harus Komitmen Hindari Me First Policy

·Bacaan 1 menit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers tentang pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19 harus ikuti prosedur dan kaidah ilmiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, kemitraan global harus diperkuat dan komitmen kemitraan negara harus dipertebal. Demikian kata Jokowi saat pidato dalam sidang Dewan Ekonomi dan Sosial PBB.

"Prinsip no one left behind harus diwujudkan dalam bentuk nyata, kita harus berkomitmen untuk menghindari me first policy, mari kita bangun kepercayaan dan solidaritas untuk mencapai tujuan bersama," ucap Jokowi yang ditayangan di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (14/7/2021).

Jokowi mengatakan, semangat kebersamaan tersebut akan dibawa Indonesia pada Presidency G20 Indonesia tahun depan dengan tema Recover Together, Recover Stronger.

"Visi ini akan mengedepankan semangat kepemimpinan kolektif global untuk pemulihan dari pandemi dan pertumbuhan dunia yang inklusif," kata Jokowi.

Jokowi Sebut Kesenjangan Akses Vaksin Masih Lebar

Jokowi mengatakan, vaksin adalah harapan untuk mempercepat keluar dari krisis kesehatan karena pandemi Covid-19. Namun, saat ini kesenjangan akses mendapatkan vaksin Covid-19 sangat lebar.

"Kita harus membuat dunia untuk segera pulih dari pandemi, vaksin adalah harapan untuk mempercepat keluar dari krisis kesehatan, akses yang adil dan merata terhadap vaksin harus dijamin, namun hingga saat ini kita melihat kesenjangan akses vaksin masih sangat lebar," kata Jokowi, (14/7/2021).

Dia menegaskan, vaksin sebagai barang publik jangan hanya sebagai slogan. Ia mendorong realisasi vaksin untuk semua negara. "Termasuk berbagi dosis lewat COVAX facilities," ucap dia.

Jokowi mendorong pemenuhan kebutuhan pendanaan vaksin multitateral. Selain itu, peningkatan produksi vaksin global termasuk melalui TRIPS waiver.

"Penguatan supply chain vaksin termasuk menghilangkan hambatan ekspor dan bahan baku vaksin, dan peningkatan diversifikasi dan volume vaksin termasuk di negara berkembang," pungkas Jokowi.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel