Pidcock klaim etape 12 di Alpe d'Huez, Vingegaard tetap kaus kuning

Tom Pidcock menambah satu kemenangan etape ikonik Tour de France ke dalam CV-nya saat ia mengklaim kesuksesan di L'Alpe d'Huez pada akhir tanjakan solo yang panjang, Kamis.

Juara dunia cyclocross dan peraih medali emas cross country mountain bike Olimpiade itu menyerang sejak breakway dengan lebih dari 10km tersisa di tanjakan terakhir, sepanjang 13,8km dengan gradien 8,1 persen, dan tak pernah terkejar sejak itu.

"Ini salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya," kata Pidcock, debutan di Tour, setelah menyelesaikan etape 12 sepanjang 165,1km dari Briancon.

Melewati lautan para penggemar, bendera dan flare, Pidcock finis di depan pebalap sepeda Afrika Selatan Louis Meintjes dan juara tour empat kali Chris Froome, yang mendapati hari terbaiknya di atas sepeda sejak kecelakaan yang mengancam kariernya pada 2019.

Baca juga: Juarai etape 11, Vingegaard rampas jersey kuning dari Pogacar

Pemuncak klasemen umum sementara Jonas Vingegaar mendapat serangan dari juara bertahan Tadej Pogacar di tanjakan final, tapi terlalu larut bagi sang pebalap Slovenia, yang kehilangan kaus kuningnya pada Rabu saat ia kelelahan di tanjakan final Col du Granon.

Vingegaard asal Denmark kini unggul dua menit 22 detik di depan Pogacar yang menyalip Roman Bardet ke peringkat dua klasemen umum setelah sang pebalap Prancis kelelahan di beberapa kilometer terakhir.

Pemimpin timnya Pidcock, Geraint Thomas, yang sebelumnya pernah menang di L'Alpe d'Huez pada 2018, finis bersamaan dengan Vingegaard dan Pogacar demi tempat di peringkat tiga klasemen umum, dengan jarak 2:26 detik dari kaus kuning.

Bardet melorot ke peringkat empat, sembilan detik berselang.

Baca juga: Cedera paksa Ben O'Connor tak lanjutkan Tour de France

Sembilan pebalap melakukan breakaway termasuk Pidcock dan Froome, yang kewalahan menemukan kembali performanya sejak menderita sejumlah cedera serius tiga tahun silam.

Mereka membangun jarak tujuh menit di depan peloton, yang mulai buyar di bawah teriknya cuaca hari itu saat Wout van Aert dari tim Jumbo Visma merangsek ke depan rombongan.

Peloton memangkas jarak menjadi 4:15 ketika tiba di Col de la Croix de Fer.

Pidcock melesat kencang di turunan untuk melebarkan jarak lagi dan kelompok terdepan mulai menanjak ke L'Alpe d'Huez dengan keunggulan enam menit.

Pidcock menjadi yang pertama menyerang, 10,5km dari finis, meninggalkan Neilson Powless dan Giulio Ciccone dari persaingan.

Baca juga: Perebutan gelar Tour de France masih terbuka lebar, kata Pogacar

Meintjes dan Froome tertinggal tapi mendapati Pidcock dalam jarak pandang mereka sebelum sang pebalap tim Ineos Granadier melakukan akselerasi untuk mengubur mimpi mereka meraih kemenangan.

Di kelompok favorit, akselerasi brutal rekan satu tim Vingegaard, Primoz Roglic meninggalkan Nairo Quintana dan David Gaudu.

Sepp Kuss dari tim Jumbo-Visma juga melakukan akselerasi dan meninggalkan Bardet dan Adam Yates.

Pogacar sempat dua kali memimpin dalam empat kilometer terakhir, berharap membalaskan dendamnya kepada Vingegaard satu hari setelah sang pebalap Denmark membuatnya kelelahan di pegunungan.

Akan tetapi, Vingegaard dengan mudah mengatasi serangan itu untuk kembali mengendalikan lomba, demikian Reuters melaporkan.

Baca juga: Transvision gelar nonton bareng Tour de France di 15 kota di Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel