Pihak Era Setyowati Tantang Prof Muradi Muncul ke Publik

Tasya Paramitha, Nuvola Gloria
·Bacaan 2 menit

VIVAMiss Landscape Indonesia 2019, Era Setyowati alias Sierra, beserta kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution dituding memeras Prof Muradi sebesar Rp1 miliar. Hal ini dengan dalih biaya hidup anak yang dilahirkan oleh Era, yang merupakan hasil hubungan dengan Prof Muradi.

Menurut tim kuasa hukum Prof Muradi, Djaja Ahmad Jayus, aksi pemerasan terjadi ketika kliennya diundang oleh Razman ke kantornya untuk membicarakan persoalan tudingan Era.

Djaja menambahkan, aksi pemerasan itu dilakukan oleh Era bersama kuasa hukumnya dengan mengancam akan mempublikasikan hubungan dan persoalan antara Prof Muradi dan Era Setyowati.

Tudingan itu pun sampai ke telinga Razman. Dia pun geram karena difitnah demikian. Razman mengaku tidak pernah menyebut nominal Rp1 atau pun Rp2 miliar.

Klik halaman berikutnya untuk melanjutkan.

"Kita tidak pernah di media menyebut angka, karena itu tidak elok. Yang kita sebut adalah tolong Galia (anak Era dari Muradi) ini dia pertanggungjawabkan kehidupannya dari bayi sampai kuliah. Bagaimana teknisnya ya diasuh sama ibunya," ujar Razman saat jumpa pers di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 7 April 2021.

Razman juga meminta jika Prof Muradi ragu dengan anak Era Setyowati, ia mempersilakan tes DNA.

"Saya tunggu prof M, kapan anda mau lapor polisi? Supaya cepat diproses dan dites DNA. Tes DNA yang menentukan," tegas Razman.

Salah satu tim kuasa hukum Prof Muradi, Patrice Rio Capella mengatakan bahwa Prof Muradi memang mengenal Era Setyowati. Dia membenarkan bahwa Prof Muradi membantu biaya persalinan wanita itu di rumah sakit.

Baca artikel ini sampai selesai untuk mengetahui berita selengkapnya.

Namun, mereka membantah bahwa Prof Muradi dan Era menikah siri.

"Poin pertama, Bang Patrice, Rio Capella mengatakan Prof Muradi benar mengenal saudara Era. Yang kedua Prof Muradi mengaku benar membantu biaya persalinannya. Pertanyaan saya, kalau udah benar kenal, terus urus biaya persalinan, urusannya apa? Kalau bukan ada sesuatu? Masa iya orang mau melahirkan diurusin?" ungkap Razman.

Meski tim kuasa hukum membenarkan bahwa Prof M adalah Profesor Muradi, Razman tetap ingin Muradi tampil. Dia ingin pengamat politik itu muncul berikut dengan foto dan pernyataannya.

"Kami belum bisa katakan Prof M itu adalah Muradi. Kecuali Muradi tampil ke media dan atau ditunjukkan fotonya. Kalau itu diberi tahu barulah itu orangnya. Jika tidak ada respons yang positif, kami enggak perlu dikasih tahu. Jangan ngomong ke media, mengatur opini publik, klien saya udah enggak takut yang kayak begitu," tegas Razman.

"Jangan tegalah jadi orang, Prof M. Saya minta Anda tampil. Kenapa anda berani datang ke kantor saya, tidak berani datang ke media? Kenapa enggak WA saya? Semua WA anda saya capture. Pengakuan itu ada, saksinya lengkap," tutur Razman melanjutkan dengan tegas.