Pihak Keluarga Brigadir J Protes Prarekonstruksi: Kasus Pembunuhannya Kapan?

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim kuasa hukum keluarga Brigadir J, Johnson Panjaitan sambangi Komplek Duren Tiga, Jakarta Selatan. Kedatangan terkait tidak diundangnya saat prarekonstruksi kematian Brigadir J, Sabtu (23/7).

"Saya sebenarnya datang karena pemberitaan kalian dari penjelasannya Kadiv Humas ya kan, tentu itu kami bertanya-tanya kan ini prarekonstruksi dalam konteks yang mana. Karena kan pelaporan sebenarnya ada 3 kan. Nah sementara kami meminta yang terakhir kasus pembunuhan (pasal) 340," katanya di lokasi, Sabtu (23/7).

Diketahui, kasus polisi tembak polisi di rumah Kadiv Propam nonaktif, Irjen Pol Ferdy Sambo berbuntut tiga laporan polisi. Pertama kasus pelecehan dan pencabulan, kedua kasus tembak menembak polisi, ketiga kasus pembunuhan berencana.

Johnson meminta untuk juga menggelar prarekonstruksi terkait kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Di mana laporan telah diterima di Bareskrim Polri.

"Kami akan menyiapkan diri dan mengevaluasi kenapa perkembangan yang sekarang ini terjadi begini dan saya sudah pastikan jadi pertanyaannya adalah permohonan kami, kapan dong prarekonstruksi? Karena itu kan penting," kata Johnson.

Dalam kehadiran ini, Johnson tidak diperbolehkan masuk. Lantaran prarekonstruksi tersebut terkait penyidikan kasus yang ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan alasan kepolisian lebih dahulu melakukan prarekonstruksi dua laporan yang disidik oleh Polda Metro Jaya. Menurutnya, hal ini justru menimbulkan pertanyaan bagi tim kuasa hukum keluarga Brigadir J.

"Ya kan tentu saya tidak mau berpolemik ya, kan pertanyaan dasarnya adalah kapan dong kami akan rekonstruksi? Karena setelah prarekonstruksi akan menentukan, itu kunci," tegas Johnson.

Dengan belum dilaksanakannya prarekonstruksi kasus pembunuhan berencana, Johnson menyinggung maksud dan tujuan dari pihak keluarga yang sempat diundang dalam proses gelar perkara oleh pihak Bareskrim Polri, pada 20 Juli 2022 lalu.

"Jadi rapat kami itu apa, rapat basa basi atau apa? Makanya pas mendapatkan informasi ini (prarekonstruksi) saya langsung turun ke lapangan. Supaya tidak berpolemik di luar ya, saya tidak lihat. Saya sudah lihat dan saya konfirmasi faktanya, kira-kira begitu," tegasnya kembali.

Johnson menegaskan, kalau hingga kini laporannya masih berjalan. Namun ia mempertanyakan kelanjutan laporannya.

"(Laporan di Mabes diabaikan) Enggak, direspons karena kemarin sampai hari ini, BAP masih penyidikan dan saksi-saksi masih jalan. Dan kami lagi periksa kuburan, bagaimana untuk persiapan hari Rabu (Autopsi ulang) dan koordinasi oleh kedokteran forensik, jalan itu. Tapi pertanyaaannya, itu jalan ini kok didulukan," pungkasnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel