PII dan UPDM berikan pelatihan bisnis digital bagi pelaku UMKM

Budi Suyanto
·Bacaan 3 menit

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menggelar pelatihan dan lokakarya bisnis digital kepada 117 pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) di lingkungan Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis.

Direktur Utama PT PII M Wahid Sutopo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang dilaksanakan perseroan sebagai Specal Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pelaku UMKM menghadapi era bisnis model baru.

"Sebagaimana diketahui situasi sekarang ini mengubah pola interaksi warga karena mengharuskan dilakukannya social distancing. Karena itulah, UMKM, yang merupakan salah satu penggerak ekonomi masyarakat di sektor riil terutama di era new normal, harus mulai beradaptasi dengan teknologi dengan melangkah ke model bisnis baru berbasis digital untuk bisa tetap bertahan dalam persaingan," ujar Sutopo dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Wishnutama harapkan UMKM mampu manfaatkan platform digital

Terdapat empat kegiatan yang dilakukan pada rangkaian program tersebut, yaitu Pelatihan dan Workshop Management UMKM, Pelatihan dan Workshop Media Bisnis Digital, Kemitraan UMKM dan Brand existing melalui pola Banch Marking, dan Pembinaan dan Pendampingan Berkelanjutan.

Kegiatan itu diikuti oleh pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha, yaitu pengusaha makanan dan minuman, pengusaha jasa laundry, kurir, pedagang kelontong, maupun pemuda usia produktif yang belum atau tidak bekerja.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prasetya Yoga Santoso mengatakan di masa pandemi saat ini, dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat cukup berat antara lain melambatnya roda ekonomi, menurunnya daya beli, hingga meningkatnya angka pengangguran di Indonesia.

"Situasi ini mengubah seluruh perilaku masyarakat, business model pun berubah. Disatu sisi Pemerintah berharap UMKM dapat mengambil peran dalam menggerakan ekonomi sektor riil ditengah pandemi ini, sementara di sisi lain, belum banyak UMKM yang menyadari dan memahami tentang perubahan yang terjadi dalam model bisnis," ujar Prasetya.

Baca juga: OJK: Ekosistem keuangan digital dorong tumbuhnya "start-up" baru

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu kerja sama semua pihak untuk mendorong pelaku UMKM untuk mulai mengalihkan bisnisnya kedalam platform digital. Program Corporate Social Responsibilty (CSR) dari korporasi adalah salah satu peluang yang mampu meningkatkan kemampuan UMKM menghadapi era bisnis model baru.

PT PII dan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap media bisnis digital, di samping untuk dapat memberikan kemampuan kepada pelaku UMKM dalam pengelolaan media bisnis digital, sehingga membuka peluang bisnis baru bagi pelaku UMKM dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat usia produktif.

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) merupakan salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI yang memiliki mandat sebagai penyedia penjaminan pemerintah dengan Skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). PT PII juga menyediakan penjaminan untuk pinjaman BUMN kepada lembaga keuangan internasional serta berperan dalam membantu penyiapan proyek dan pendampingan transaksi (Project Development Facility) pada lima proyek infrastruktur skema KPBU pada sektor kesehatan, jalan dan transportasi.

Sampai dengan Oktober 2020 ini, PT PII telah "approved for guarantee" kepada total 26 proyek yaitu 23 proyek KPBU dan 3 proyek Non-KPBU. Adapun 23 proyek KPBU terdiri dari 6 sektor yaitu Proyek Sektor Jalan yaitu 12 Jalan Tol (Batang – Semarang, Balikpapan – Samarinda, Pandaan – Malang, Manado – Bitung, Jakarta – Cikampek II Elevated, Krian – Legundi – Bunder – Manyar, Cileunyi – Sumedang – Dawuan, Serang – Panimbang, Probolinggo – Banyuwangi dan Jakarta – Cikampek II Sisi Selatan, Semarang – Demak, Solo – Yogyakarta – Nyia Kulon Progo).

Selain itu, satu Proyek sektor Jalan Non-Tol (Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan), empat Proyek Sektor Telekomunikasi (Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur serta Satelit Multifungsi), dua Proyek Sektor Ketenagalistrikan (PLTU Batang), tiga Proyek Sektor Air Minum (SPAM Umbulan, SPAM Bandar Lampung dan SPAM Semarang Barat), dan dua Proyek Sektor Transportasi (Kereta Api Makassar – Parepare dan Bandar Udara Labuan Bajo). Sementara itu, tiga Proyek Non-KPBU yaitu Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan proyek Hydropower Program PT PLN (Persero) dan proyek PLTP Patuha unit 2 dan Dieng 2 dengan total nilai seluruh investasi melebih Rp 210 Triliun.