PII dorong pemulihan ekonomi melalui penjaminan infrastruktur

·Bacaan 3 menit

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) terus mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dengan memberikan penjaminan pemerintah kepada proyek-proyek infrastruktur tersebut.

Direktur Utama PII M Wahid Sutopo dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan, Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan beberapa strategi utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi menuju 2022, salah satunya adalah melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui pembangunan infrastruktur nasional tanpa membebani APBN.

Dari beberapa alternatif yang bisa dieksplorasi, skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dapat dimanfaatkan sebagai cara untuk mengurangi tekanan pada APBN.

"Pandemi COVID-19 menjadi momentum bagi PT PII untuk melakukan transformasi baik pada optimalisasi potensi internal maupun ekosistem KPBU sebagai solusi sebagi pemerintah dalam menjawab pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat Indonesia," ujar Topo, panggilan akrabnya.

Skema KPBU telah sukses diimplementasikan untuk proyek-proyek infrastruktur di Indonesia karena telah didukung melalui berbagai alat fiskal salah satunya adalah penjaminan pemerintah melalui PII yang dapat mendukung bankability proyek dan memberikan kenyamanan untuk investor.

Topo menyampaikan, peran infrastruktur untuk penanganan pandemi COVID-19 semakin vital salah satunya adalah pada sektor jalan tol di mana infrastruktur jalan tol dapat mempercepat waktu tempuh logistik seperti penyediaan oksigen dari produsen di Jawa Barat dan Jawa Timur menuju ke daerah yang membutuhkan.

Selain itu, infrastruktur jalan tol yang didukung PII seperti Jalan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) memberikan dampak positif meningkatkan aksesibilitas ke kawasan Rebana Jabar Utara dan mempercepat akses warga Bandung ke Bandara Kertajati. Jalan Tol Jakarta Cikampek Elevated & Japek II Selatan menjadi opsi akses memperlancar arus penumpang dan barang antara Jakarta dan kawasan industri disepanjang jalan.

Selain itu, PII sedang memproses dukungan penjaminan untuk Jalan Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap yang akan membuka bottleneck akses menuju Jawa Barat bagian Selatan (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran dan Cilacap).

Peran infrastruktur lainnya adalah pada sektor telekomunikasi seperti pada proyek Palapa Ring yang didukung oleh PT PII yang sangat bermanfaat di tengah pandemi COVID-19 ini yaitu untuk kelancaran konektivitas belajar mengajar, pengembangan UMKM berbasis daring, serta kelancaran komunikasi jarak jauh.

Sampai dengan Desember 2021, PII telah memberikan penjaminan kepada total 37 proyek yaitu 29 proyek KPBU dan delapan proyek non-KPBU. Sebanyak 29 proyek KPBU terdiri dari enam sektor yaitu proyek sektor jalan yaitu 13 jalan tol (Batang – Semarang, Balikpapan – Samarinda, Pandaan – Malang, Manado – Bitung, Jalan tol layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed, Krian – Legundi – Bunder – Manyar, Cileunyi – Sumedang – Dawuan, Serang – Panimbang, Probolinggo – Banyuwangi dan Jakarta – Cikampek II Sisi Selatan, Semarang – Demak, Solo – Yogyakarta – Nyia Kulon Progo dan Yogyakarta - Bawen).

Selanjutnya ada tiga proyek sektor jalan non-tol (Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan, Jalan Lintas Timur Riau dan Jembatan Callender Hammilton), empat proyek sektor telekomunikasi (Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur serta Satelit Multifungsi Pemerintah), satu proyek sektor ketenagalistrikan (PLTU Batang), enam proyek sektor air minum (SPAM Umbulan, SPAM Bandar Lampung, SPAM Semarang Barat, SPAM Pekanbaru, SPAM Jatiluhur I dan SPAM Kariyan - Serpong), dan dua proyek sektor transportasi (Kereta Api Makassar – Parepare dan Bandar Udara Labuan Bajo).

Sementara untuk delapan proyek non-KPBU yaitu Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Proyek Hydropower Program PT PLN (Persero), Proyek PLTP Patuha unit 2 dan Dieng 2, Proyek Pengembangan Jaringan Distribusi Kalimantan dan Maluku-Papua PT PLN (Persero) dan Proyek Pengembangan Jaringan Distribusi Sulawesi dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero), Proyek Pengembangan Jaringan Distribusi Jawa Timur dan Bali PT PLN (Persero) serta Obligasi & Penjaminan Pinjaman PT Waskita Karya.

Sebanyak 37 proyek yang dijamin oleh PII tersebut memiliki total nilai investasi melebihi Rp350 triliun.


Baca juga: PII beri penjaminan pemerintah untuk proyek Jembatan CH Pulau Jawa
Baca juga: PT PII dan Kemenkeu gelar lokakarya aturan penjaminan ke BUMN
Baca juga: PT PII beri jaminan dua proyek strategis

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel