Pijar Telkom bersama Staf Khusus Presiden Hadirkan Pendidikan Wirausaha di Unsulbar

Merdeka.com - Merdeka.com - Aplikasi edukasi digital dari PT Telkom, Pijar, bersama Staf Khusus Presiden RI, Gracia Billy Mambrasar, bersinergi menghadirkan Pusat Inovasi Kewirausahaan Masyarakat (PIKM) di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).

Sinergi tersebut dituangkan dalam notakesepahaman yang diteken Head of Education Ecosystem PT Telkom Sri Safitri dan Rektor Unsulbar Akhsan Djalaluddin, serta perwakilan Pj. Gubernur Sulawesi Barat Akmal Malik di Unsulbar, Majene, kemarin (6/9).

Menurut Sri Safitri, sinergi didasari belum meratanya pendidikan dan keterampilan di Indonesia, sehingga diperlukan sinergi para pihak dalam upaya mencapai target Presiden Jokowi mencapai 9 juta talenta digital dalam program Nawacita.

"Contoh di Sulawesi Barat, yang berkesempatan sekolah ke perguruan tinggi hanya 5 persen. Namun, tak perlu khawatir karena Telkom punya aplikasi PijarMahir, yang memungkinkan siapa pun belajar keahlian tak selalu dari bangku kuliah," katanya.

Menurut dia, PijarMahir juga memungkinkan menciptakan tuntutan digitalisasi UMKM sambil memperluas spirit wirausaha. Sebab, pelatihan digital sudah mencakup tren bisnis seperti digital marketing hingga make-up artist (MUA).

"PijarMahir hadir untuk memfasilitasi digitalisasi UMKM, contohnya ada pelatihan Bahasa Inggris bahkan MUA, yang lulusannya nanti tersertifikasi. Dari sertifikasi, bisa membuka lapangan usaha. Kami berusaha merevolusi pendidikan, bahwa ilmu dan skill itu tidak selalu hanya dari bangku kuliah," ujarnya.

Gracia Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden RI bidang Inovasi, Pendidikan, dan Kewirausahaan, mengatakan PIKM di Unsulbar diharapkan memperluas semangat kewirausahaan di perguruan tinggi. Pasalnya, penduduk yang akses pendidikan perguruan tinggi se-Indonesia hanya 11 persen dengan mayoritas lulusan SMP sebesar 66 persen.

"Untuk itulah, spirit wirausaha perlu ditingkatkan karena dengan tingkat pengangguran sekarang, lulusan S1 pun tidak otomatis langsung bekerja. Maka itu, diperlukan ekosistem pelatihan dan kewirausahaan berbasis digital agar generasi emas Indonesia 2030 bisa tercapai," jelasnya.

sinergi menghadirkan pusat inovasi kewirausahaan masyarakat pikm di universitas sulawesi barat unsulbar
sinergi menghadirkan pusat inovasi kewirausahaan masyarakat pikm di universitas sulawesi barat unsulbar

©2022 Merdeka.com

Menurut Billy, pusat pelatihan akan diisi modul pelatihan dari Pijar yang terbukti menjadi mitra program Pra Kerja Presiden Jokowi saat awal pandemi lalu. Selain itu, posisi Sulbar sebagai tetangga IKN (Ibu Kota Nusantara) harus diperhatikan bersama.

"Kalau IKN jadi, pertumbuhan ekonomi akan terjadi di tetangga seperti Sulbar. Bagaimana bisa rasakan dampaknya, kalau tidak punya digital marketing dari UMKM di Mamuju, Majene, dan sekitarnya. PIKM hadir menjawab tantangan-tantangan tersebut," katanya.

Akmal Malik, Pj. Gubernur Sulawesi Barat, mengapresiasi sinergi tersebut karena era pandemi telah menciptakan penyesuaian di lapangan.

"Kerja sama ini juga membuktikan kita semua bisa berbuat untuk Indonesia tanpa selalu tergantung pada APBD. Harapan saya selepas Unsulbar, tolong buat lagi 2 sampai 3 titik piloting ekonomi kreatif masyarakat di enam kabupaten di provinsi kami," katanya.

Nizam, Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, mengatakan, sinergi tersebut bernilai tinggi karena masa depan memerlukan lulusan perguruan tinggi yang tak hanya bisa membuka lapangan kerja, tapi juga siap gagal dan bangkit.

Akhsan Djalaluddin, Rektor Unsulbar, mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan Billy dan Telkom. Sebab, sejak awal pihaknya menduga munculnya tren perkuliahan digital berbasis cloud. Pandemi mempercepat itu, sehingga pas dengan keinginan kampus.

Terlebih Unsulbar pun sudah memberi matkul entrepreneur ke mahasiswanya, sehingga acara dengan Pijar ini diharapkan bisa memperluas sinergi ke depan. [sya]