Pilgub Jateng, ujian lagi buat partai banteng

MERDEKA.COM. Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) yang digelar hari ini, Minggu (26/5), bukan sembarang kontestasi politik bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebab, pada wilayah Mataraman ini martabat partai banteng akan dipertaruhkan.

Sejarah mencatat, sejak Pemilu 1955, wilayah Jateng selalu menjadi basis suara bagi para Soekarnois. Meminjam istilah Clifford Geertz, warga 'abangan' di Jateng memberi kontribusi besar bagi kemenangan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada pemilu demokratis pertama di Indonesia tersebut.

Ketika pemilu demokratis kembali dimulai pasca-reformasi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang merupakan titisan PNI, juga tetap mendominasi Jateng. Bahkan, meski kalah pada Pemilu 2004 dan 2009, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu tetap memegang kendali atas provinsi dengan luas wilayah 25 persen dari luas Pulau Jawa tersebut.

Dalam Pemilu 2009 yang dimenangi Demokrat, dari total 10 daerah pemilihan (dapil) di Jateng, PDIP berhasil mempertahankan dominasi di tujuh dapil. Selebihnya, dua dapil diambil Demokrat dan satu lagi dicaplok Golkar. Dengan dominasi itu, PDIP berhasil memperoleh 23 kursi, terbanyak di DPRD Jateng.

Berbekal 23 kursi itu pula, PDIP pada Pilgub 2013 kali ini mengusung kader sendiri, yakni Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, tanpa berkoalisi dengan parpol lain. Kebijakan partai serupa juga sudah dilakukan pada Pilgub Jabar, Pilgub Sumut dan Pilgub Bali.

Pada Pilgub Jabar dan Sumut, pasangan dari PDIP kalah. Hal ini bisa dimaklumi jika melihat PDIP 'dikeroyok' partai lain di wilayah yang bukan basis massanya. Namun, pada Pilgub Bali, provinsi yang 'merah' sejak dulu, dominasi PDIP agaknya mulai pudar.

Hal itu tampak dari hasil hitung cepat (quick count) yang menempatkan jago PDIP, Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Sukrawan, bersaing ketat dengan I Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta, yang diusung Partai Demokrat dkk.

Karena hasil hitung cepat masih dalam ambang batas kesalahan (margin of error), pemenang Pilgub Bali hingga kini belum bisa ditentukan, sampai KPU setempat menggelar rapat pleno penetapan hasil rekapitulasi suara.

Belum selesai Bali, kini Jateng sebagai daerah 'merah' kembali diuji. Ujian bagi dominasi PDIP sekaligus pertaruhan harga diri para Soekarnois.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.