Pilih Reli Dakar, Audi Korbankan Formula E

I Gede Ardy Estrada
·Bacaan 1 menit

Pabrikan asal Jerman tersebut berencana menggunakan sebuah prototipe yang inovatif, mobil dengan konsep alternatif dan belum pernah dilakukan.

Audi nantinya bakal menggabungkan drivetrain elektrik dengan baterai bertegangan tinggi yang disertai konverter energi yang sangat efisien.

Mereka sangat serius mempersiapkan diri karena ingin menjadikan Dakar sebagai ujung tombak komitmennya dalam olahraga otomotif yang berkelanjutan.

Audi Sport ABT Schaeffler menjadi tim paling sukses di ajang Formula E.

Audi Sport ABT Schaeffler menjadi tim paling sukses di ajang Formula E.<span class="copyright">Sam Bloxham / Motorsport Images</span>
Audi Sport ABT Schaeffler menjadi tim paling sukses di ajang Formula E.Sam Bloxham / Motorsport Images

Sam Bloxham / Motorsport Images

"Formula E mendampingi Audi selama fase transformasi. Untuk kami, mobilitas elektrik bukan lagi impian masa depan, tapi sudah terjadi saat ini," kata Duesmann.

"Itulah mengapa kami memutuskan untuk mengambil langka selanjutnya dalam olahraga otomotif bertenaga listrik dalam kondisi yang paling ekstrem."

"Reli Dakar, dengan banyaknya kebebasan teknisnya ,menjadi 'laboratorium' yang perfek bagi kami," Duesmann menjelaskan keputusan Audi meninggalkan Formula E.

Reli sebenarnya bukan hal baru bagi Audi. Pada 1982 dan 1984, dengan Audi Quattro, mereka sukses memenangi gelar manufaktur atau pabrikan World Rally Championship (WRC).