Pilkada DKI 2024, Anies Baswedan: Kita Urus COVID-19 Dulu

Agus Rahmat, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan mengakhiri lima tahun masa jabatannya sebagai pada 2022. Namun menurut UU, pelaksanaan pilkada tahun 2022-2023 ditunda dan baru akan digelar 2024, bersamaan dengan pileg dan pilpres.

Maka dari itu, jika Anies ingin maju untuk periode keduanya maka harus menunggu 2024. Namun belakangan sejumlah partai di DPR ingin melakukan revisi UU Pemilu. Menormalisasi Pilkada Serentak 2022-2023.

Ditanya mengenai itu, Anies nampak dingin dan singkat memberi jawaban. Alih-alih menjawab pertanyaan awak media soal tanggapannya terkait Pilkada 2024, Anies mengatakan kalau saat ini dia lebih memikirkan pandemi COVID-19. Terlebih soal penanganannya di Ibu Kota.

"Enggak, sekarang kita urusin COVID dulu," kata Anies di Markas Polda Metro Jaya, Rabu 3 Februari 2021.

Baca juga: Mardani: Pilkada 2022-2023, Siapa Terbaik Bisa Dicalonkan di 2024

Apabila Pilkada Serentak 2022-2023 tetap digelar di 2024, maka roda pemerintah daerah akan dipegang oleh Pelaksana Tugas gubernur. Sebagian yang menolak digelar 2024 dan harus kembali pada 2022-2023, menganggap masa tugas Plt terlalu panjang.

Sementara Plt Gubernur tidak akan bisa mengambil keputusan strategis. Apalagi dalam era pandemi COVID-19 saat ini. Sejumlah politisi seperti Mardani Ali Sera dari PKS juga melihat, jika pilkada tetap 2022-2023 maka bisa dipilih mana kepala daerah berprestasi untuk dilakukan ke Pilpres 2024.

"Karena itu Partai Keadilan Sejahtera berharap Pilkada 2022 dan 2023 di on kan, dan itu juga baik bagi masyarakat. Karena kita bisa melihat kontestasi yang sehat siapa kepala daerah terbaik yang mungkin bisa dicalonkan untuk 2024," ujarnya.