Pilkada Jabar: Andalkan Popularitas, Artis Hanya Kibuli Rakyat

INILAH.COM, Jakarta - Pemilihan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar) diramaikan dari kalangan artis. Berdasarkan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, terdapat tiga nama calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub dan cawagub) dari kalangan artis.

Menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit, para artis yang mencalonkan maju ke Pilkada Jabar harus memiliki pemahaman politik. Sehingga tidak hanya mengandalkan popularitas.

"Kalau mengandalkan artisnya saja tidak masalah, tapi juga harus memiliki pemahaman politik," kata Arbi kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (11/11/2012).

Jangan sampai, para artis itu hanya mengandalkan popularitas untuk memimpin Jabar tanpa kemampuan pemahaman politik. Sebab, itu bisa saja membohongi rakyat Jabar.

"Bisa menang tapi tidak bisa memimpin itu sama saja mengibuli. Jangan sampai artis itu hanya tipu-tipu rakyat dengan popularitas," tegas Arbi.

Pilgub Jabar dilaksanakan pada Januari 2013. Partai politik telah mendapatkan calonnya untuk menjadi perserta pemilihan Kepala Daerah Jabar tersebut. Namun, dari para peserta itu, tampak wajah-wajah artis. [yeh]

Berikut urutan calon gubernur dan wakil gubernur saat pendaftaran di KPU Jabar sejak 4-10 November 2012, menyebutkan:

1. Dikdik-Cecep Toyib (independen/sakinah)

2. Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki (PDIP-Koalisi Civil society/Paten)

3. Dede Yusuf-Lex Laksamana (Demokrat-PAN-PKB-Gerindra (koalisi "babareungan") Delman-Dede deui)

4. Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar (PKS-Hanura-PPP/Adem/Hade Jilid II)

5. Irianto MS Syafiudin-Tatang Farhanul Hakim (Golkar/Intan Mulia)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.