Pilkada Jateng, Ganjar Berguru ke Mardiyanto

TEMPO.CO, Sleman - Calon Gubernur Jawa Tengah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo mengaku berguru ke Mardiyanto, kakak kelasnya di SMA Bopkri Satu (Bosa) Yogyakarta. Mardiyanto adalah mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode dan pernah menjadi Menteri Dalam Negeri.

"Ya jelaslah, saya berguru karena dia kakak kelas saya di Bosa, saya alumnus 1987," kata Ganjar, Jumat 3 Mei 2013.

Ganjar baru saja mendatangi Mardiyanto di Dalem Agung Palagan, Jalan Palagan 99 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih dari satu jam mereka bercengkerama di salah satu ruangan rumah yang ditempati Mardiyanto. Rumah itu juga dikaryakan sebagai Guest House. Sepanjang pertemuan, Mardiyanto dan Ganjar saling berbagi pengalaman. Dia  memberi resep dan tips bagaimana mengurus Jawa Tengah.

Meski berbeda generasi, Ganjar dan Mardiyanto sama-sama menjadi pengurus ikatan alumni Bosa. Secara emosional, kedekatan mereka sudah terbangun ketika Mardiyanto menjadi Menteri Dalam Negeri dan Ganjar jadi anggota DPR di  Komisi II DPR RI yang membidangi masalah pemerintahan dalam negeri.

Menurut Ganjar, sosok Mardiyanto adalah "perpustakaan hidup mengenai seluk beluk Jawa Tengah". Dia mengaku banyak belajar mengenai pengelolaan pemerintahan, infrastruktur, pembangunan pedesaan dan proteksi hasil pengolahan pangan lokal.

Mardiyanto sendiri menyatakan dukungan kepada Ganjar dalam pencalonan gubernur. "Dia tokoh muda yang memiliki visi dan misi bagus untuk Jawa Tengah," kata Mardiyanto.

MUH SYAIFULLAH

Topik terhangat:

Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:

Rayakan Hari Integrasi, Warga Papua Minta Merdeka

Ada Kantor OPM di Oxford, Dubes Inggris Dipanggil

Susno Duadji Menyerahkan Diri di Cibinong

Begini Susahnya Melacak Susno Versi Mabes Polri

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.