Pilkada Jateng, Megawati: Golput Itu Tidak Etis  

TEMPO.CO, Kudus - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tampaknya tidak ingin kehilangan posisi jabatan Gubernur Jawa Tengah dalam pemilihan kepala daerah yang akan digelar 26 Mei mendatang. Karena itu, Megawati bersama jajarannya, di antaranya Ketua PDIP Puan Maharani, Sekretaris Jenderal Tjahajo Kumolo, Joko Widodo (Jokowi), dan Rano Karno, selama dua pekan ini terjun ke Jawa Tengah untuk kampanye memenangkan calon pasangan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko.

Mega menolak jika PDIP Jawa Tengah mengalami perpecahan. "Kami justru sedang melakukan konsolidasi terhadap semua elemen partai," kata Megawati di Kudus, Sabtu siang, 11 Mei 2013.

Upaya Mega dan jajarannya turun kampanye ke Jawa Tengah setelah pendukung Rustriningsih menyatakan golput dan Don Murdono diusung jadi wakil gubernur dari sejumlah partai lain. "Justru ini kesempatan untuk kristalisasi dan konsolidasi kader. DPP terus melakukan evaluasi," kata Megawati ketika berada di kediaman calon Bupati Kudus, Musthofa, di Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Sabtu siang.

Penegasan Megawati itu disampaikan setelah menjawab pertanyaan wartawan. Mega menolak ketika ditanya apakah masih mencalonkan diri sebagai presiden tahun 2014. "Itu masih lama, besok tahun 2014 saja," kata Mega.

Menurut Mega, ia lebih konsentrasi pada pilkada di 100 lebih dari daerah. Mega justru mengecam adanya penyelenggaraan pilkada yang overlapping. Ia menunjuk Kudus dan Temanggung yang waktunya bersamaan dengan pilkada gubernur, dan pilkada Malang yang bersamaan dengan pilkada Gubernur Jawa Timur. "Kami ingin meraih kemenangan di daerah, sehingga kami dapat melaksanakan program ekonomi kerakyatan," kata Mega.

Karena itu, Mega tidak sependapat dengan adanya golput. "Bagi saya (golput) tidak etis." Mega menjelaskan, dalam konstitusi, setiap warga punya hak yang sama di mata hukum dan punya kewajiban memilih. Ada tiga program yang disiapkan PDIP, menurut Mega, yang terdiri dari bidang politik, ekonomi, dan kebudayaan.

Selama dua pekan di Jawa Tengah, Megawati berbagi waktu dengan Puan untuk berkampanye keliling ke 35 daerah atau 10 daerah pemilihan. "Kami berusaha merangkul hati masyarakat Jawa Tengah," kata Puan. Setelah dari Kudus, pada hari yang sama, Mega dijadwalkan melakukan kampanye atau konsolidasi ke Jepara. Kemudian esoknya ke Solo, Sukoharjo, dan Klaten. Hari berikutnya ke Blora, Rembang, dan Semarang. Lalu, esoknya ke Temanggung, Magelang, Banyumas, dan Cilacap.

Pilkada Jawa Tengah berlangsung bersamaan dengan pilkada Kudus dan Temanggung, yang pelaksanaannya pada 26 Mei mendatang. Harapan DPP PDIP, pilkada Kudus dimenangi pasangan inkumben Bupati Musthofa-Abdul Hamid, yang didukung PDIP. Karena itu, calon gubernur dan wakil gubernur Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko maupun Musthofa-Abdul Hamid sama-sama ingin mempertahankan keberadaan industri rokok keretek.

"Industri rokok keretek merupakan bagian dari ekonomi rakyat yang harus dipertahankan keberadaannya," kata Ganjar. "Petani tembakau dan industri rokok keretek perlu diproteksi. PP tentang tembakau harus dicabut," ujar Ganjar. Selain itu, Ganjar minta rumah gebyok khas Kudus juga diproteksi. "Nanti kami akan kerja sama dengan Bupati. Karena itu, kami akan mengoptimalkan 17 kepala daerah asal PDIP," ucap Tjahjo Kumolo.

BANDELAN AMARUDIN

Terhangat:

Teroris | Edsus FANS BOLA | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

Baca Juga:

Reuni Mesra Ahmad Fathanah & Istri Mudanya

PKS Bungkam Soal Kicauan Mahfudz Siddiq

KPK: PKS Jangan Membalikkan Fakta

Fatin Lupa Lirik, Bebi: Ini Bukan Idola Cilik

Ahok: Komnas HAM Tidak Paham Keadilan

Rumah Seharga Rp 5,8 M, Fathanah Masih Nunggak

Ahok: Pemprov Tak Perlu Datang ke Komnas HAM

Istri Wali Kota Belanda Berebut Foto Bareng Jokowi

Ahok Ingin Tahu Alasan Detil Penolakan Deep Tunnel

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.