Pilkada Jawa Tengah Diprediksi Satu Putaran  

TEMPO.CO, Yogyakarta-Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Tengah memprediksi pelaksanaan pemilihan Gubernur Jawa Tengah berjalan satu putaran. "Secara matematis, pelaksanaan pemilihan gubernur tahun ini hanya akan berjalan satu putaran," kata anggota KPU Jawa Tengah, Andreas Pandiangan, saat ditemui di Surakarta, Selasa, 7 Mei 2013.

Berdasarkan regulasi, pemilihan gubernur bisa berjalan satu putaran jika salah satu pasangan mampu meraih suara lebih dari 30 persen. Padahal, hanya ada tiga pasangan calon yang akan berlaga dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah mendatang. "Bisa dipastikan ada pasangan yang berhasil mendapat suara lebih dari 30 persen," katanya.

Dalam pemilihan gubernur yang berlangsung 26 Mei 2013, terdapat tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bersaing. Mereka adalah pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono, Bibit Waluyo-Sudijono Sastro Atmojo, serta Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmiko.

Meski demikian, KPU Jawa Tengah tetap menyiapkan diri untuk menyelenggarakan pemilihan sebanyak dua kali. "Sebagai antisipasi jika ada pengulangan melalui gugatan ke MK," kata Andreas. Anggaran yang dipersiapkan juga mencukupi untuk penyelenggaraan pemilihan hingga dua putaran.

Dalam pelaksanaan pemilihan di putaran pertama, KPU Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran hingga Rp 420 miliar dan menyiapkan dana untuk putaran kedua Rp 193 miliar. Tapi, katanya, anggaran sosialisasi hanya Rp 13 miliar. »Kondisi ini membuat KPU Jawa Tengah harus melakukan cara-cara sosialisasi yang hemat biaya,” ujarnya.

Masa kampanye pemilihan Gubernur Jawa Tengah akan dimulai Rabu, 8 Mei 2013, yang diawali dengan penyampaian visi-misi tiga pasangan calon gubernur/wakil gubernur di hadapan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah. »Sementara hari Kamisnya (9 April 2013) tidak ada kampanye karena hari libur,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Tengah Fajar Subhi kemarin.

Komisi telah membagi jadwal kampanye untuk tiga pasangan calon. Agar tidak terjadi bentrok antar-pendukung, KPUD telah membagi zona kampanye menjadi tiga wilayah. Zona satu meliputi eks Karesidenan Semarang dan Pati. Zona dua meliputi eks Karesidenan Kedu dan Surakarta. Sedangkan zona tiga untuk daerah di eks Karesidenan Banyumas dan Pekalongan.

Zona-zona itu hanya untuk mengatur jadwal kampanye rapat umum terbuka. Kampanye rapat umum adalah pengumpulan massa dengan anggota tak terbatas dan dilaksanakan di tempat terbuka. Kampanye model ini menghadirkan sekitar 1.000 orang. Sedangkan rapat terbatas di tempat tertutup menggunakan undangan dan jumlahnya kurang dari 500, tidak diatur zona. Tim calon diperbolehkan menggelar kampanye kapan pun.

 

AHMAD RAFIQ | ROFIUDDIN

Topik Terhangat:

Pemilu Malaysia | Harga BBM Susno Duadji Ustad Jefry Caleg

Berita Terpopuler

Vitalia Shesya Suka Shopping dan Fashion

Waspada, Panci Produk Yuki Ganggu Kesehatan  

Kakak Pemain MU Ini Pimpinan Gangster

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.