Pilkada Jawa Timur Telan Dana Hampir Rp 1 Triliun

TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Jawa Timur, Suprayitno, menjelaskan bahwa anggaran untuk penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2013 mendatang mencapai Rp 943 miliar. Jumlah tersebut bahkan hanya untuk satu putaran.

Menurut Suprayitno, dari total anggaran tersebut, sebanyak Rp 646 miliar di antaranya untuk kebutuhan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur dan Rp 206 miliar untuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur. Selebihnya untuk biaya pengamanan, khususnya kepolisian Rp 78 miliar, serta TNI yang memback-up pengamanan Rp 13 miliar.

"Selanjutnya angka-angka ini akan kami tetapkan untuk segera bisa dicairkan," kata Suprayitno seusai menghadiri rapat bersama Desk Pilkada di Kantor Gubernur Jawa Timur, Senin, 15 Oktober 2012.

Suprayitno menjelaskan pula bahwa bila pelaksanaan pemilihan berlangsung dua putaran atau lebih, maka anggaran tambahan yang dibuthkan akan dibicarakan lebih lanjut.

Adapun tahapan proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur akan dimulai pada Februari 2013. Sedangkan pelaksanaan pemilihan pada Agustus 2013.

Ketua Bawaslu Jawa Timur, Sri Sugeng Pujiatmiko, mengatakan anggaran terbesar yang digunakan pihaknya adalah untuk honor pengawas lapangan. Jumlahnya 17.006 orang yang akan dibagi masing-masing dua orang di setiap desa atau kelurahan. Mereka bekerja selama empat bulan. "Setiap orang diberi honor Rp 750 ribu per bulan,” ujar Sri Sugeng. 

Bawaslu juga membentuk Panitia Pengawas (Panswas) di seluruh kabupaten dan kota. Masing-masing kabupaten dan kota terdiri dari tiga orang yang dibantu oleh enam orang staf. Setiap petugas Panwas mendapat gaji Rp 5 juta per bulan.

Di tingkat kecamatan dibentuk Panwascam sebanyak tiga orang yang akan dibantu staf yang berjumlah empat orang. Gaji setiap petugas Panwascam Rp 1,5 juta per bulan.

FATKHURROHMAN TAUFIQ

Berita terpopuler lainnya:

Novel Baswedan Memburu Koruptor hingga ke Dukun  

Begini Cara KPK Melindungi Novel

Novi Amilia Pernah Jadi Sampul Seksi di Popular 

Di Balik Jumat Keramat Ada Komjen Sutarman?

Model Berbikini Itu Juga Penyanyi Dangdut

Basuki Pilih Tinggal di Pluit daripada Rumah Dinas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.