Pilkada Kota Malang Habiskan Anggaran Rp18 Miliar

Malang (ANTARA) - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kota Malang, Jawa Timur, yang bakal dihelat Mei 2013 diperkirakan menghabiskan anggaran Rp18 miliar untuk satu putaran.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Hendry, Rabu mengatakan, anggaran yang dibutuhkan memang sekitar Rp18 miliar, namun untuk proses tahapan awal, pihaknya mengajukan Rp800 juta dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2012.

"Anggaran yang kami ajukan dalam PAK ini untuk mendanai tahapan awal pelaksanaan sosialisasi pilkada pada Oktober mendatang. Oleh karena itu, kami mengajukan anggaran pada PAK APBD 2012," katanya.

Selain sosialisasi, katanya, anggaran tersebut juga digunakan untuk merekrut petugas pemilihan di kelurahan yang akan melakukan sosialisasi awal untuk pendaftaran calon perseorangan (independen) agar pada saat pendaftaran januari 2013, mereka tidak terlalu repot.

Menyinggung adanya kemungkinan pilkada digelar dua putaran, Hendry mengatakan, peluang itu bisa saja terjadi. Jika jumlah pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang mendaftar minimal sebanyak lima pasangan calon.

Jika sampai terjadi ada putaran kedua, lanjutnya, estimasi dana yang dibutuhkan pada putaran kedua sekitar Rp5 miliar. "Saat ini (tahap awal), kami hanya membutuhkan dana seperlunya saja untuk sosialisasi sekitar Rp800 juta, sedangkan kebutuhan lainnya akan diajukan pada APBD 2013," ujarnya.

Menurut dia, proses tahapan pilkada akan dimulai Oktober mendatang dengan agenda validasi data daftar penduduk potensial pemilih Pemilu (DP4) dari Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat.

Untuk melakukan validasi data DP4 tersebut, KPU Kota Malang merekrut sekitar 1.200 orang petugas yang bakal disebar di 57 kelurahan yang ada di kota pendidikan tersebut.

Parpol yang bisa mengusung calonnya tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain hanya Partai demokrat (PD) dan PDIP, karena memiliki kursi lebih dari tujuh di DPRD setempat. Sementara Parpol lain harus berkoalisi untuk mencapai ketentuan tujuh kursi di dewan tersebut.

Hingga saat ini yang secara terbuka mencalonkan diri sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Malang adalah Sri Rahayu (anggota DPR RI dari PDIP), Heri Puji Utami (istri Wali Kota Malang Peni Suparto dari PDIP), Sofyan Edy Djarwoko (anggota DPRD Kota Malang dari Partai Golkar).

Selain itu juga ada Arif HS (anggota DPRD Provinsi Jatim dari PKS) serta Bambang DH Suyono (mantan Sekkota Malang yang diusung koalisi PKB, PAN, Gerindra, Hanura) serta Priyatmoko Oetomo (Wakil Ketua DPRD dari PDIP) yang mencalonkan diri sebagai wakil wali kota.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.