Pilkada NTT, PDI Perjuangan Jagokan Frans Lebu  

TEMPO.CO, Kupang - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menetapkan Frans Lebu Raya sebagai calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2013-2018. Lebu Raya akan didampingi Beny Litelnoni sebagai calon wakil gubernur. 

Penetapan pasangan calon Gubernur NTT ini dilaksanakan di Kupang usai menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) PDI Perjuangan, Jumat, 5 Oktober 2012.

Frans saat ini masih menjabat sebagai Gubernur NTT, sedangkan Beny adalah Wakil Bupati Timor Tengah Selatan.

Frans, yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, mengatakan setelah penetapan calon gubernur dan wakil gubernur, DPD PDI Perjuangan NTT akan melakukan konsultasi dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, untuk ditetapkan sebagai pasangan calon. "Hari ini juga tim DPD akan ke Jakarta menyampaikan penetapan ini ke DPP," katanya.

Menurut Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT, Nelson Matara, PDI Perjuangan NTT hanya mengusulkan satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur ke DPP. "Tidak ada figur lain yang diusulkan ke DPP, selain Frans-Beny," ujarnya.

Selain Frans-Beny, sudah ada beberapa pasangan kandidat yang muncul untuk bertarung pada Pilkada 2013 mendatang, di antaranya Beny Kabur Harman-Welem Nope yang diusung Partai Demokrat dan Kris Rotok-Paul Lianto dari jalur independen.

Kandidat lainnya adalah Esthon Foenay yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur NTT. Foenay dijagokan oleh Partai Gerindra. Adapun Ibrahim Agustinus Medah yang kini adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah NTT merupakan jago Partai Golkar. Namun, belum diketahui nama pendamping Foenay maupun Medah karena Partai Gerindra dan Partai Golkar belum menyelenggarakan rapat kerja daerah. 

YOHANES SEO

 

Terpopuler:

Pundi-pundi Sang Jenderal Djoko Susilo

Jumat Keramat, Abraham Tunggu Surat Penahanan Djoko

Dikatakan Terima Duit, Angie Berusaha Berkelit 

Kapolri Perintahkan Djoko Susilo Datang ke KPK 

Golkar Motor Pelemahan KPK?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.