Pilkada Palembang, Romi - Harno Unggul Sementara

TEMPO.CO, Jakarta -Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton-Harno Joyo unggul sementara dalam perolehan suara di pemilihan kepala daerah yang digelar hari ini. Dalam versi hitung cepat oleh Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). dan Lembaga Survey Indonesia , pasangan yang didukung PDIP dan Partai Demokrat ini unggul atas pasangan Mularis Jahri-Husni Thamrin dan Sarimuda-Nelly Rasdiana.

LSI mencatat pasangan Romi-Harno memperoleh suara Romi Herton-Harnojoyo 44,01 persen. Sedangkan  Mularis-Husni Thamrin 14,92 persen, Sarimuda-Nelly Rasdiana 40,98 persen. "Persaingan sangat ketat dengan tingkat partisipasi pemilih  65 persen, "kata Hendro Prasetyo, direktur riset LSI, Minggu, 7 April 2013.

Adapun, Lembaga survey Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) merilis pasangan Romi Herton-Harno Joyo unggul dengan perolehan 43,64 persen. Disusul pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana dengan 40,97 persen dan diurutan buncit pasangan Mularis Djahri-Husni Thamrin dengan 15,38 persen.

Hasil berbeda disampaikan oleh Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) yang menempatkan pasangan Sarimuda-Nelly unggul tipis atas dua pasangan calon lainnya. Pasangan yang didukung oleh Partai Golkar ini memperoleh 44,86 persen, unggul 2 persen dari pasangan Romi-Harno yang membukukan  suara 42,53 persen. Sedangkan Mularis-Husni hanya 12,61 persen.

Romi Herton, calon walikota terpilih versi hitung cepat menjelaskan dia tetap berpegang teguh pada hasil akhir yang akan disampaikan oleh KPUD Palembang. Tapi, dia juga meyakini hasil quick count yang digelar oleh lembaga survey merupakan hasil yang bersifat ilmiah. "Kita bersabar menunggu hasil resmi KPUD, untuk hasil hitung cepat bisa menjadi sebuah gambaran," kata Romi Herton.

PARLIZA HENDRAWAN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.