Pilkada Surabaya: Pede-pedean Eri dan Machfud Jelang Debat

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Debat pertama pilkada Surabaya digelar Komisi Pemilihan Umum setempat di J.W. Marriot Hotel Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu malam, 4 November 2020. Masing-masing kubu pasangan calon, Eri Cahyadi-Armudji maupun Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno, sama-sama percaya diri atau pede bakal bisa menguasai materi yang akan didebatkan. Apalagi pendukung masing-masing kubu sama-sama bersemangat menyokong.

Sesuai jadwal, debat digelar sekira pukul 19.00 WIB. Tema debat pertama ialah “Menjawab Permasalahan dan Tantangan Kota Surabaya di Era pandemi COVID-19”. Dua pasangan calon hadir sebelum acara dimulai. Pendukung masing-masing kubu menyambut jagoan mereka di sekitar hotel. Machfud-Mujiaman, misalnya. Ratusan warga menyambut dan memberikan dukungan pada mereka saat hendak masuk areal hotel.

Warga sudah menyambut sejak Jalan Tunjungan, tepatnya di depan Tunjungan Plaza. Para pendukung pasangan berakronim MAJU itu terus berjejer di pinggir jalan sampai Jl. Embong Malang dimana hotel tempat debat berada. Mayoritas dari warga mengenakan kaos putih bergambar besar wajah Machfud dan Mujiaman. Mereka meneriakkan yel-yel dukungan untuk sang calon.

“Semangat, Pak Machfud dan Pak Mujiaman, insya Allah kita menang,” teriak seorang ibu pendukung.

Machfud dan Mujiaman lantas menyapa warga pendukung dari atas kap mobil. Kebetulan, pasangan maju menggunakan mobil yang ada sunroof-nya sehingga mereka bisa leluasa menyapa warga. “Ini sambutan dan dukungan yang luar biasa. Menjadi tambahan motivasi bagi kami untuk membawa membawa Surabaya naik kelas,” kata Machfud.

Sambutan sama ditunjukkan pendukung Eri-Armudji. Soal materi debat, juru bicara tim pemenangan Eri-Armudji, Aprizaldi, mengatakan bahwa jagoannya tidak melakukan persiapan khusus. “Persiapan Mas Eri adalah belasan tahun menggeluti masalah dan mencarikan solusinya untuk rakyat Surabaya, sebagaimana beliau lakukan selama di Pemkot Surabaya,” ujarnya.

Sehari menjelang debat, kata Aprizaldi, yang dilakukan Eri dan Armudji tetap seperti biasa, yaitu mendengarkan masukan warga di berbagai kampung dan wilayah di Kota Pahlawan.

”Mas Eri dan Cak Armudji itu lebih suka mendengar, bukan minta didengarkan. Jadi mereka tetap keliling seperti sudah dilakukan sejak belasan hingga puluhan tahun karir mereka di birokrasi maupun parlemen. Hal ini berbeda dengan pihak lain yang baru muncul ke permukaan berusaha merayu warga ketika pilkada akan digelar,” katanya.

Aprizaldi menambahkan, dengan rekam jejak dan pengalaman bekerja nyata untuk rakyat Surabaya itulah, Eri dan Armudji bakal lebih lugas menyampaikan segala pernik tantangan dan solusi untuk warga. ”Insya Allah, A sampai Z beliau memahami secara detail tentang Kota Surabaya, sehingga besok akan lebih lugas menyampaikan tantangan dan solusi, tetap dengan santun,” katanya.

Baca: Ada 2,7 Juta Pemilih Pilkada 2020 yang Belum Punya E-KTP