Pilotnya Mati Mengenaskan, Jet Tempur China Tak Bagus-bagus Amat

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jet tempur Shenyang J-15 Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) digadang bakal jadi salah satu senjata andalan, yang bisa digerakkan dengan cepat dari kapal induk. Akan tetapi, sebuah insiden kecelakaan justru membuat publik ragu akan kemampuan jet tempur China itu.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari China Military, pada 27 April 2017 seorang pilot Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN) tewas dalam sebuah kecelakaan mengerikan.

Zhang Chao nama pilot Angkatan Laut China yang tewas dalam insiden maut itu. Jet tempur Shenyang J-15 yang dikemudikan oleh Zhang, gagal mendarat dengan sempurna dikarenakan kerusakan kontrol elektronik.

Padahal, saat itu Zhang terbang dengan ketinggian yang cukup rendah dari permukaan. Moncong pesawat yang sudah menurun dan mengarah ke landasan kapal induk Liaoning, seketika kembali berbelok arah kembali ke atas.

Tahu ada yang tak beres dengan pesawat yang dikendarainya, Zhang pun langsung mencoba keluar dari kokpit dengan menggunakan parasut. Nahas, setelah keluar dari kokpit parasut Zhang justru gagal terbuka. Tubuh Zhang remuk usai menghantam tanah dengan kecepatan tinggi.

Menurut laporan lain yang dikutip VIVA Militer dari Global Times, insiden itu adalah kali pertama jet tempur Shenyang J-15 mengalami kecelakaan. Media yang menjadi corong Partai Komunis China (CPC) itu juga memastikan bahwa kerusakan kontrol elektronik pada pesawat jadi penyebab utama kecelakaan.

Di sisi lain, publikasi yang dikeluarkan oleh Global Times justru menjadi bumerang bagi militer China. Sebab, dengan diketahuinya kecelakaan dan penyebabnya maka timbul dugaan bahwa jet tempur Shenyang J-15 belum layak untuk memasuki masa dinas bersama militer China.

Komite Militer Pusat China yang diketuai oleh Presiden Xi Jinping, dianggap tidak melakukan uji coba terhadap pesawat tempur itu dengan ketat. Kerusakan kontrol elektronik yang terjadi dalam kecelakaan empat tahun lalu, diklaim sebagai titik kelemahan pesawat tempur China itu.

Kecelakaan yang menimpa Zhang bersama jet tempur Shenyang J-15 , juga mematahkan klaim bahwa armada perang udara China mampu menghadapi pertempuran malam hari.

Jet tempur China, Shenyang J-15, adalah produk buatan Shenyang Aircraft Corporatuion, yang mulai dibangun pada 2009 lalu. Pesawat ini kemudian diperkenalkan kepada publik pada 2013, saat memasuki dinas bersama Angkatan Laut China.

Hingga saat ini, sudah ada 50 unit jet Shenyang J-15 yang teknologinya diambil dari prototipe pesawat tempur Angkatan Bersenjata Rusia (VSRF), Sukhoi Su-33.