Pilpres AS, Ini Kata Pakar Soal Penghitungan Suara di 5 Daerah Penentu

Lis Yuliawati, antv/tvOne
·Bacaan 3 menit

VIVA – Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) digelar 3 November 2020. Hari itu, warga AS berbondong-bondong menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan suaranya. Pemilihan diadakan di tengah ancaman pandemi COVId-19 yang tengah melanda dunia, termasuk Amerika Serikat.

Usai pencoblosan, kini tahapan pilpres memasuki proses penghitungan suara. Namun, calon presiden peraih suara terbanyak dari warga tak berarti langsung jadi pemenang Pilpres AS. Sebab, sistem Pilpres AS berbeda.

Ratri Istania Ph.D, pakar ilmu politik dari Postgraduate Fellow Political Science Department, Loyola University Chicago, Amerika Serikat, mengemukakan sistem pilpres AS berbeda dengan pilpres di Indonesia dengan satu orang satu suara atau popular vote.

AS menganut sistem Electoral College (EC), di mana setiap negara bagian memiliki sejumlah electoral votes yang nantinya menentukan presiden terpilih. "Uniknya, setiap suara pemilih tetap dihitung untuk menentukan negara bagian mana memenangkan pasangan presiden tertentu," ujar Ratri dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 November 2020.

Ratri mengemukakan, pasangan pemenang popular vote satu negara bagian akan menyapu bersih semua electoral votes yang dikenal sebagai winner takes all. Sepanjang sejarah AS baru ada lima pasangan presiden yang kalah popular vote tapi menang EC, salah satunya adalah Donald Trump mengalahkan Hillary Clinton di tahun 2016.

Tahun ini, Donald Trump dan Joe Biden bertarung untuk memperebutkan kursi Presiden AS. Total terdapat 538 EC di seluruh negara bagian di AS. Untuk memenangkan pilpres, pasangan kandidat harus mencapai 270 EC. Setiap negara bagian memiliki sistem penghitungan suara masing-masing.

Saat ini, ada lima negara bagian menjadi penentu pilpres AS karena belum mengumumkan siapa pasangan pemenang popular vote. Kelima negara bagian itu adalah Pennsylvania (20 EC), Georgia (16 EC), Arizona (11 EC), North Carolina (15 EC), dan Nevada (6 EC).

Berdasarkan blog analisis survei pemilu, FiveThirtyEight, pimpinan Nate Silver, kelima negara bagian memiliki permasalahan masing-masing, terutama berdasarkan batas waktu penerimaan surat suara melalui pos.

Lantas, bagaimana proses penghitungan suara di lima battle ground states atau daerah penentu pemenang Pilpres AS 2020 itu?

Di Georgia yang memiliki 16 EC, Ratri mengemukakan, pada dasarnya, perhitungan suara di negara bagian ini berjalan dengan cepat karena setiap daerah pemilihan dapat memulai perhitungan early dan mail-in votes sejak tanggal 19 Oktober 2020. Akan tetapi Georgia tampaknya sulit menentukan pemenang karena selisih suara antara Biden dan Trump sama-sama 49,4 persen. Sampai saat ini, Georgia belum berani mengumumkan siapa kandidat berhak mengklaim EC.

Kemudian di Arizona yang memiliki 11 EC, kata Ratri, menghitung suara pada saat pemilihan berlangsung tanggal 3 November. Hasil keseluruhan termasuk absentee ballot baru bisa diumumkan paling tidak hari Jumat. Apabila hasilnya terlampau tipis, maka pengumuman pemenang harus menunggu sampai semua sisa surat suara terhitung.

Selanjutnya Nevada (6 EC). Sejak masa pandemi, Ratri menjelaskan, Nevada menjadi salah satu negara yang baru pertama kali mengirimkan semua surat suara melalui pos kepada para pemilih. Akan tetapi, surat suara harus sampai ke panitia pemilihan sebelum atau tanggal 3 November. Perhitungan suara sendiri baru akan berhenti paling tidak tanggal 10 November 2020.

Sementara di North Carolina (15 EC), menurut Ratri, sistem perhitungan di negara bagian ini berjalan cepat dimana 80 persen yang masuk sudah bisa diumumkan setelah pemilihan tutup pada jam 7.30 malam. Namun, situasi pandemi menimbulkan masalah baru yaitu sanitasi alat penghitung suara untuk menghitung surat suara melalui pos masuk sebelum tanggal 2 November 2020. North Carolina masih harus menghitung absentee ballot yang masuk setelah tanggal 12 November 2020.

Sedangkan di Pennsylvania (20 EC), di masa pandemi ini, menurut Ratri, setengah dari pemilih menggunakan absentee ballot. Namun demikian, proses penghitungan suara baru berlangsung pada hari pemilihan dimulai jam 7 pagi. Kesulitannya, banyak distrik pemilihan yang tidak dapat menyelesaikan perhitungan pada hari pemilihan. Sesuai keputusan Supreme Court, Pennsylvania masih boleh menerima surat suara melalui pos sampai hari Jumat, 6 November 2020. Negara bagian ini kemungkinan besar baru menghentikan penghitungan saat tengat waktu tanggal 23 November 2020.

"Berdasarkan permasalahan penghitungan suara di atas, proses masuknya semua surat suara, verifikasi, sampai pengesahan suara masuk membutuhkan waktu. Alhasil, warga AS dan dunia masih harus menunggu pemenang pilpres AS dengan penuh ketegangan layaknya menonton film ala Holywood,” ujar Ratri.

Laporan Yanri Subekti (tvOne/Amerika Serikat)