Pilpres AS Lewati Puncak Election Day 2020 Paling Menegangkan

Ezra Sihite
·Bacaan 1 menit

VIVA – Amerika Serikat (AS) telah selesai memilih antara Donald Trump atau Joe Biden yang bakal menjadi Presiden AS memimpin negeri itu empat tahun ke depan. Dilansir BBC, puncak kampanye akhirnya ditutup dengan selesainya Election Day dan penghitungan di negara-negara bagian dimulai.

Pilpres AS kali ini disebut-sebut menjadi pemilihan yang paling menegangkan bagi AS. Diketahui pemilihan pertama di Election Day di bagian pantai timur hingga terus berlanjut. Pilpres AS kali ini juga bersejarah karena terjadi saat pandemi COVID-19.

Lebih dari 100 juta warga AS sebelumnya sudah menggunakan hak pilih dan mengirimkan suaranya di pre-Election Day. Sistem ini memang diperbolehkan di AS namun berbeda-beda tenggat periode mulainya di sejumlah negara bagian.

Menjelang jam-jam Election Day hingga hampir selesainya waktu memilih, baik Donald Trump maupun Joe Biden memfokuskan diri mereka di negara-negara bagian kunci yang jumlah electoral college-nya lebih besar.

Diketahui pemilihan presiden AS bukan sekadar ditentukan berdasarkan suara terbanyak, pemilu AS ditentukan dalam sistem yang dikenal sebagai electoral college dan bukan secara mutlak berdasarkan pada suara publik (popular vote).

Meskipun para pemilih di AS akan secara langsung memilih kandidat presiden melalui surat suara, namun hasil pemungutan suara itu tak menjadi penentu kandidat memenangkan pemilu. Sebaliknya, semua tergantung pada elector atau orang-orang dalam electoral college.

Baik Trump maupun Biden dipantau cukup sengit dengan isu berbeda yang mereka usung antara lain perihal pandemi COVID-19 dan bagaimana cara memperbaiki kondisi ekonomi AS pascapandemi. Biden menuduh Trump tak becus mengurus negara dan rakyatnya selama pandemi hingga virus Corona sudah makan korban jiwa.

Sementara pada Election Day berlangsung, baik calon presiden maupun cawapres masing-masing masih fokus berkampanye khususnya di wilayah-wilayah kunci.