Pilu, Gadis Disabilitas di Timor Tengah Selatan Diperkosa Bergilir 4 Pria

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang gadis disabilitas di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial MN (20), menjadi korban pemerkosaan oleh empat orang pria. Korban digilir dalam sebuah hutan di kabupaten tersebut.

Sebelumnya, korban diancam menggunakan parang oleh para pelaku, sehingga korban pasrah. Setelah mendapat laporan, polisi bergerak cepat dan mengamankan empat pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Kapolres TTS, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa menjelaskan, para pelaku memperkosa korban pada Senin (15/8) lalu. Korban diperkosa secara bergilir oleh KBS alias WS alias Wandi (15), pelajar SMA yang juga warga Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat.

Ada pula RB alias Roges (33), mahasiswa yang juga warga Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat. IAS (18), juga warga Kilometer 7, Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat dan AABF (17), pelajar SMA warga Desa Benlutu, Kecamatan Batu Putih.

I Gusti Putu Suka Arsa menguraikan, saat itu sekira pukul 16.00 Wita korban keluar dari rumah di Nunumeu, dengan berjalan kaki hendak ke Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan untuk mengikuti orang tuanya yang sementara berada di acara pesta.

Satu jam kemudian atau sekira pukul 17.00 Wita, korban tiba di jalan raya dekat hutan kilometer tujuh yang berdekatan dengan rumah terlapor Cs. "Saat itu korban diganggu dan diikuti dari belakang oleh terlapor RB cs," jelasnya.

RB yang tidak memakai baju mengikuti korban dan menawarkan diri mengantar korban. "RB mengajak untuk mengantar korban namun korban menolak dan terus berjalan," tambah I Gusti Putu Suka Arsa.

Korban Dibawa ke Hutan

RB kemudian kembali mengambil sepeda motornya dan mengikuti korban, lalu menarik korban serta memaksa untuk naik ke atas sepeda motor.

Setelah itu, terlapor RB memutar balik sepeda motor tersebut dan kembali ke hutan kilometer 7 di Desa Tubuhue. Terlapor RB langsung membawa korban ke dalam hutan.

Saat itu, RB mengajak teman-temannya. Di dalam hutan tersebut, korban sempat diancam oleh para pelaku menggunakan sebilah parang.

"Korban diancam dengan kata-kata 'kalau lu (kamu) sonde (tidak) mau kami bunuh lu (kamu)'," ujar Kapolres menirukan ucapan para pelaku.

Pelaku RB membuka paksa pakaian, lalu memperkosa korban. Aksi RB diikuti tiga tersangka lainnya secara bergiliran. Selanjutnya terlapor Cs menahan sebuah truk dan menyuruh korban menumpang truk tersebut menuju ke Batu putih.

Di Batu Putih barulah orang tua korban mendapat informasi melalui telepon dari kerabat, bahwa korban sementara diamankan di Polsek Amanuban Barat.

Ayah korban YN dan ibu korban langsung ke Polsek Amanuban barat di Batu putih guna menjemput korban. Korban dan orang tua kemudian melaporkan kasus ini ke SPKT Polres TTS untuk diproses hukum lebih lanjut.

Bekuk Pelaku

Unit PPA Satreskrim Polres Timor Tengah Selatan berhasil membekuk para pelaku, Kamis (25/8) kemarin. Para pelaku dibekuk Tim Buser dipimpin Kanit PPA Aipda Anastasia di kediaman pelaku utama RB di RT 001, RW 001, Desa Tubuhue, Kecamatan Amananuban Barat.

I Gusti Putu Suka Arsa mengatakan, saat ini penyidik masih melakukan pendalaman dan penyelidikan, karena tiga pelaku lainnya masih termasuk remaja anak di bawah umur. Sementara tersangka utama RB (33) sudah tergolong pemuda dewasa.

"Para pelaku sudah ditangkap dan ditahan di Sel Rumah Tahanan Polres Timor Tengah," tutup I Gusti Putu Suka Arsa, Jumat (26/8). [tin]