Pimpin Rapim TNI, Panglima Singgung Gejolak di Tanah Papua

Rifki Arsilan
·Bacaan 3 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hari ini memberikan sambutan pada acara Rapat Pimpinan (Rapim) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2021 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Dalam sambutannya, Panglima TNI menyinggung beberapa isu besar yang beberapa hari terakhir ini menjadi sorotan masyarakat luas. Salah satu isu yang menjadi perhatian Panglima TNI adalah panasnya situasi di sejumlah daerah di Tanah Papua.

Menurut Panglima TNI, beberapa daerah yang bergejolak di Tanah Papua seperti di Titigi, Kotis Sugapa, Hitadipa, dan Mamba akan tetap menjadi fokus TNI dan Polri dalam menciptakan kondusifitas di daerah rawan konflik tersebut.

"Pekerjaan di sana memang harus menjadi perhatian kita semua," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, 16 Februari 2021.

Meski di sejumlah daerah Intan Jaya itu terjadi kontak senjata antara TNI-Polri dan gerombolan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), Panglima menegaskan, situasi di Papua hingga hari ini dapat dikendalikan dengan baik.

"Sampai dengan hari ini pengamanan di sana berjalan dengan baik," ujarnya.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu juga memberikan apresiasi yang sangat besar kepada seluruh prajurit TNI yang sampai saat ini bertugas di daerah rawan konflik seperti Papua. Menurut Panglima, apa yang dilakukan oleh para prajurit TNI itu merupakan komitmen kuat TNI dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Hal ini menunjukkan bahwa seluruh prajurit TNI beserta seluruh alutsistanya siap dan siaga hadir di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada prajurit tersebut yang rela untuk melaksanakan tugas demi stabilitas keamanan di NKRI," katanya.

Sebagaimana diketahui, beberapa hari terakhir ini telah terjadi kontak senjata hebat antara kelompok OPM dan Satgas Pamrahwan TNI di sejumlah titik rawan konflik di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Dalam catatan VIVA Militer, bentrok senjata yang terjadi satu minggu terakhir ini telah mengakibatkan dua prajurit terbaik TNI gugur di dua tempat berbeda. Dan satu orang prajurit TNI lainnya terluka akibat tembakan dari gerombolan bersenjata OPM itu.

Berikut sejumlah peristiwa bentrokan antara TNI-Polri dan kelompok OPM yang terjadi dalam satu minggu terakhir.

Pertama, pada hari Jum'at siang, 12 Februari 2021, sekitar pukul 15.15 WIT. Ketika itu dua orang prajurit TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Aparat Teritorial (Apter) Kodim Persiapan Intan Jaya, yaitu Praka Hendra Sipayung dan Prada Irjen tengah membeli sesuatu di sebuah warung milik salah satu warga Papua yang terletak tak jauh dari Kodim Persiapan Hitadipa Kabupaten Intan Jaya.

Ketika Praka Hendra dan Prada Irjen tengah berbincang-bincang santai di sekitar warung, terdapat dua buah sepeda motor yang mendekati warung. Mereka turun dan berpura-pura hendak membeli sesuatu pula di warung tersebut. Namun, tiba-tiba salah seorang dari kelompok bersenjata itu mengeluarkan senjata lars pendek dan langsung menembakkan ke arah dua orang prajurit Satgas Apter tersebut, hingga menyebabkan Praka Hendra Sipayung tewas ketika akan dibawa ke Puskesmas terdekat oleh para prajurit TNI AD lainnya.

Kedua, insiden kontak senjata juga terjadi pada hari Sabtu sore, 14 Februari 2021 di Kampung Ilambet, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Ketika itu, kelompok sparatis OPM secara tiba-tiba melakukan serangan dari balik semak-semak arah ketinggian terhadap sejumlah prajurit TNI yang bertugas sebagai Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) dari satuan Batalyon Infanteri (Yonif) 715/Matuliato yang tengah melakukan patroli jaga.

Dalam insiden tersebut, seorang prajurit TNI yang bernama Prada Maulana terluka di bagian hidung akibat rekoset munisi yang berasal dari senjata gerombolan OPM.

Ketiga, kontak senjata hebat kembali terjadi pada hari Senin pagi, 15 Februari 2021 di sekitar Pos Peninjauan, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Papua.

lagi-lagi, kelompok OPM itu melakukan serangan dari atas bukit yang dipenuhi semak-semak terhadap Pos Jaga prajurit TNI AD yang berasal dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 400/Banteng Raider.

Atas insiden tersebut, satu orang prajurit terbaik TNI tewas terkena tembakan di bagian pinggang hingga menembus perut. Prajurit yang gugur itu adalah Praja Ginanjar Arianda personel Yonif Raider 400/Banteng Raider di bawah komando Kodam IV/Diponegoro.

Baca juga: Jenderal Senior Kopassus Rela Pasang Badan Demi Nyawa Soeharto