Pimpinan BUMN Harus Siap Belajar, Erick Thohir Bentuk BLMI

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menegaskan bahwa upaya transformasi perusahaan-perusahaan BUMN supaya menjadi perusahaan yang akuntabel, profesional, dan berkelas dunia, tidak mungkin terjadi tanpa transformasi aspek human capital alias Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal itu disampaikan oleh Erick Thohir saat mengumumkan dibentuknya BUMN Leadership and Management Institute (BLMI), sebagai sebuah pusat riset, inovasi, kolaborasi, dan pengembangan manajemen dan kepemimpinan di seluruh klaster BUMN.

"Karena itu kami membangun program yang bukan ad hoc, tetapi terstruktur, menyeluruh, dan berkelanjutan, yaitu BUMN Leadership and Management Institute," kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Senin 7 Juni 2021.

Baca juga: Dahlan Iskan Ungkap Beda Garuda Indonesia dan Thai Airways

Erick mengatakan, BLMI ini merupakan inisiatif strategis yang bertujuan untuk membangun kapabilitas kepemimpinan di BUMN yang berkelas dunia, berbasis AKHLAK, dan mampu bersaing ditingkat global.

Kementerian BUMN sendiri telah menunjuk Mandiri Corporate University sebagai koordinator, untuk bersinergi dengan Corporate University dari Telkom, Pertamina, dan WIKA. Khususnya dalam membangun peta jalan dan program pengembangan kepemimpinan, mulai dari new entry level, manajer tingkat pertama, sampai dengan tingkat Direksi dan Komisaris/Pengawas.

Dia menambahkan, fokus awal pengembangan kepemimpinan ini akan dimulai dari Komisaris/Pengawas dan Direksi, dengan menggandeng sekolah bisnis lokal dan global terkemuka sebagai mitra strategis.

BLMI juga sudah memulai kegiatan perdana di bulan Januari 2021 dengan penyelenggaraan Angkatan Ke-1 Onboarding Directorship Program. Pada hari Rabu pekan ini, 9 Juni 2021, BLMI akan memulai secara serentak Angkatan Ke-2 Onboarding Directorship Program dan Angkatan Pertama Onboarding Commissioner Program.

Erick berharap, hal ini akan menjadi keseriusan bersama yang terus dijaga. Tuntutan ke depan untuk berkompetisi sangat tinggi, di tengah perubahan dan pasar yang semakin terbuka sehingga BUMN Indonesia harus menjadi yang terbaik.

"Ingat, tiap Direksi dan Komisaris tidak hanya siap diangkat, tapi harus siap belajar dan bertransformasi untuk punya kapabilitas kepemimpinan berkelas dunia, juga siap dicopot jika tidak memenuhi KPI, serta tidak sejalan dengan core values AKHLAK dan GCG," ujarnya.