Pimpinan dan Pengurus DPC Demokrat Jatim yang Ikut KLB Diproses

Ezra Sihite, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elistianto Dardak mengakui bahwa DPP Demokrat tengah mengevaluasi 3 pengurus di dua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) karena diduga mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit di Deli Serdang, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. KLB itu memilih Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Diketahui dua di antara yang hadir adalah unsur pimpinan DPC.

Ketiga pengurus yang dievaluasi itu berasal dari DPC Demokrat Ngawi dan DPC Demokrat Sumenep.

“Ada dua pimpinan DPC istilahnya sempat terpapar ikut di KLB di Deli Serdang. Keduanya kini sedang kami observasi,” kata Emil Dardak kepada wartawan pada Rabu, 10 Maret 2021.

Informasi diterima dari DPD Demokrat Jatim, posisi dua pimpinan di DPC Ngawi dan Sumenep kini sudah diganti oleh pelaksana tugas. Hal ini berarti keduanya sebelumnya menempati posisi sebagai ketua. Namun Emil tidak menyampaikan secara tegas apakah keduanya dalam rangka disanksi pemecatan definitif atau sementara.

Wakil Gubernur Jawa Timur itu mengklaim, dua pimpinan DPC Demokrat itu tidak merasa serius saat hadir di acara KLB versi Moeldoko. Bahkan keduanya disebut sudah sadar dan mengakui kesalahan. Masalahnya, kehadiran mereka di acara KLB dianggap melanggar aturan organisasi. KLB itu sendiri oleh DPP Demokrat dinilai tidak sah dan ilegal.

“Makanya dievaluasi,” ujar Emil.

Suami mantan pesinetron Arumi Bachsin itu menegaskan, secara umum pengurus dan kader Demokrat di seluruh Jatim masih solid dan setia kepada kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sebelumnya ia mengatakan, jika pun ada segelintir yang disebut mendukung KLB, hal itu terjadi karena adanya misrepresentasi.

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill, di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara digelar oleh para kader dan bekas kader Demokrat seperti Jhonny Allen Marbun dan kawan-kawan. KLB itu menghasilkan keputusan memilih Moeldoko sebagai Ketum. Jhonny Allen menyebut KLB tersebut adalah suara hati kader yang ingin Demokrat kembali ke jalurnya yang demokratis.

AHY sendiri sudah menolak KLB itu. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono juga mengaku tak menyangka Moeldoko melakukan pengambilalihan kepemimpinan partai Demokrat. Padahal kata SBY, sebulan sebelumnya Moeldoko mengaku tidak tahu-menahu dengan urusan internal Demokrat.

"Hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara yang kita cintai ini. Memang banyak yang tercengang. Banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini," kata SBY dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu.