Pimpinan DPR: Antisipasi Embargo, Produksi Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Harus Dikebut

·Bacaan 2 menit
Seorang pekerja berada di dalam laboratorium di pabrik vaksin SinoVac di Beijing, Kamis (24/9/2020). Perusahaan farmasi China, Sinovac mengatakan vaksin virus corona yang dikembangkannya akan siap didistribusikan ke seluruh dunia, termasuk AS, pada awal 2021. (AP Photo/Ng Han Guan)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meminta pemerintah mempercepat pengembangan dan produksi vaksin dalam negeri. Pasalnya, kebutuhan akan vaksin saat ini dinilai sangat mendesak dalam upaya melawan pandemi Covid 19.

Ia juga menilai, vaksin Covid-19 dalam negeri bisa menjadi solusi apabila embargo vaksin dilakukan oleh sejumlah negara sebagaimana yang dikhawatirkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

"Pemerintah perlu segera mempercepat proses uji klinis dan produksi vaksin dalam negeri. Baik itu vaksin Merah Putih maupun vaksin Nusantara. Jangan sampai kita menjadi korban embargo vaksin dan masyarakat menjadi korban," tegas Dasco, Sabtu (27/3/2021).

Dia berharap, proses vaksin Merah Putih dipercepat dan vaksin Nusantara segera menyiapkan uji klinis tahap dua agar Indonesia dapat terhindar dari ancaman kelangkaan vaksin Covid-19.

"Mohon segera juga berkordinasi dengan rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan untuk uji klinis tahap dua. Vaksin saat ini menjadi kebutuhan yang cukup mendesak," pungkasnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Menkes Budi: Ketersedian Vaksin COVID-19 Terancam Akibat Embargo

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin mengatakan adanya lonjakan kasus COVID-19 di beberapa negara mengakibatkan mulai terjadinya embargo vaksin Corona.

Artinya, kedatangan vaksin COVID-19 kemungkinan akan terganggu.

Perihal embargo vaksin COVID-19 pun sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam Rapat Terbatas Mengenai Pandemi COVID-19 hari ini, 26 Maret 2021.

"Ada catatan yang kami sampaikan juga ke Bapak Presiden. Karena memang terjadi lonjakan kasus COVID-19 di beberapa negara, termasuk di India, sehingga mulai terjadi embargo vaksin," ungkap Budi usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 26 Maret.

"Kemungkinan itu bisa mengganggu kedatangan vaksin atau ketersediaan vaksin COVID-19 beberapa bulan ke depan, terutama yang berasal dari negara-negara yang melakukan embargo vaksin," tuturnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: