Pimpinan Komisi IX DPR: Wajar 16 RS mundur dari KJS

MERDEKA.COM. Mundurnya 16 rumah sakit (RS) sebagai peserta program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang digagas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), mendapat tanggapan dari DPR. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf (Noriyu) menilai wajar jika 16 RS tersebut mundur.

"Tentu tidak bijak bagi kita, apabila langsung menyalahkan ke 16 rumah sakit tersebut, dan menuding mereka hanya berpikir untung belaka," kata Noriyu dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Selasa (21/5).

Menurutnya, berdasarkan UU 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dijelaskan setiap RS berhak menjalin kerjasama dengan pihak lain dan juga mendapatkan imbalan jasa atas pelayanan yang diberikannya.

Dia mengatakan, sebagai RS swasta, wajar apabila mereka memikirkan keuntungan, walaupun tidak boleh melupakan fungsi sosialnya dengan memberikan fasilitas pelayanan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.

Karena itu, Noriyu mengapresiasi langkah cepat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, yang akan melakukan evaluasi terhadap keluhan sejumlah RS tersebut.

Menurutnya, jika sebab utama dari permasalahan tersebut dikarenakan perubahan sistem pembayaran menjadi sistem Indonesia Case Based Group (INA CBG), yang merupakan sistem pembayaran kepada pemberi pelayanan kesehatan (PPK) berdasarkan pengelompokkan ciri klinis dan biaya perawatan yang sama, maka ini menjadi sebuah pekerjaan rumah yang sangat besar.

"Karena sistem INA-CBGs ini akan digunakan oleh BPJS Kesehatan dan sosialisasi kepada rumah sakit-rumah sakit calon providers BPJS Kesehatan belum terlalu gencar," kata politikus berparas cantik ini.

Untuk DPR, program KJS disebut sebagai miniatur dari pelaksanaan jaminan kesehatan oleh BPJS Kesehatan yang akan dimulai pada tanggal 1 Januari 2014. Kekuatan dan kelemahan dari program KJS kurang lebih merupakan gambaran dari kekuatan dan kelemahan dari program BPJS Kesehatan mendatang.

 

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.