Pimpinan MPR Ajak Masyarakat Patuhi PPKM Darurat Dibarengi Ibadah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah telah menerapkan PPKM Darurat mulai 3 Juli 2021 sampai dengan 20 Juli 2021 mendatang. Ini menjadi salah satu upaya menekan laju penyebaran Covid-19 yang belakangan kasus positifnya meningkat signifikan.

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani pun mengajak masyarakat dapat mematuhi aturan PPKM Darurat dan mengutamakan berdiam diri di rumah sambil terus mendekatkan diri kepada Tuhan lewat ibadah.

"Sebagai bangsa yang berketuhanan Yang Maha Esa, maka peningkatan spiritualitas kita kepada Allah itu menjadi penting bagi seseorang supaya iman kita menjadi kuat, karena hal itu bisa memperkuat imun. Sehingga kita dapat terjaga dan terhindar dari bahaya Covid-19," tutur Muzani dalam keterangannya, Jumat (9/7/2021).

Muzani berharap masyarakat tetap menjaga kesabaran dan kesadaran sosial tetap tinggi di tengah kondisi bangsa yang masih dilanda pandemi Covid-19. Tiap individu harus memahami bahwa berdiam diri di rumah merupakan bagian dari ibadah menjaga diri agar terhindar dari penyakit.

"Dalam situasi seperti ini, selain taat kepada protokol kesehatan dan aturan PPKM Darurat, dibutuhkan kesabaran yang ekstra bagi semua pihak agar dapat menahan diri untuk tidak beraktivitas di luar rumah. Salah satunya juga dengan meningkatkan spiritualitas peribadatan kita," jelas dia.

Pendekatan ketuhanan, Muzani melanjutkan, harus dianggap sebagai upaya tertinggi ikhtiar saat menangani pandemi Covid-19, tanpa mengesampingkan disiplin protokol kesehatan saat beraktivitas, tetap di rumah, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan menjaga jarak.

"PPKM Darurat akan bisa lebih bermakna dan bermanfaat apabila kita semua melakukan upaya atau pendekatan transendental atau kerohanian dalam menghadapi situasi pandemi Covid seperti sekarang ini," Muzani menandaskan.

Sebelumnya, pemerintah terus berupaya mengambil langkah mitigasi demi mencegah kenaikan angka infeksi Covid-19. Salah satunya dengan meningkatkan ketersediaan rumah sakit bagi pasien penderita Covid-19 yang butuh rawat inap.Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali mengatakan akan terus berupaya menurunkan kasus positif Covid-19 yang melonjak.

"Hingga hari ini, angka dari kasus positif Covid-19 masih terus naik, tapi kita harapkan di tanggal 15-17 Juli akan mulai terjadi penurunan. Kita juga masih berpacu dengan kecepatan mutasi dari varian Delta ini," kata Menko Luhut saat memimpin rapat koordinasi, dikutip dari keterangannya, Jumat (9/7/2021).

Menurut Luhut, pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan BNPB akan bekerja sama untuk mengatasi isu kekurangan kapasitas rumah sakit (RS) di seluruh provinsi dengan meningkatkan kapasitas.

RS Penuh

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hampir seluruh provinsi di Jawa dan Bali RS penuh terisi.

Sehingga hal yang harus dilakukan adalah penambahan kapasitas ICU maupun ruang isolasi. Ini mencakup konversi tempat tidur, penambahan alat, dan tenaga kesehatan.

"Saat ini jumlah tempat tidur nasional adalah 406.253 ribu, di mana tempat tidur untuk pasien Covid-19 adalah 111.890 atau sebanyak 28 persen. Pemerintah telah menargetkan sebanyak 40 persen konversi tempat tidur isolasi. Dengan target konversi 40 persen masih terdapat potensi secara 54,317 isolasi dan 1,459 secara intensif," ujar Budi.

Kemudian, dalam hal tenaga kesehatan (nakes), pemerintah akan mendayagunakan dokter internship sebanyak 5.418 orang, dokter pasca-internship sebanyak 4.454 orang, serta perawat fresh graduate sebagai relawan Covid-19 sebanyak kurang lebih 100.000 orang, yang akan terjun membantu para nakes di lapangan.

Menambahkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, saat ini konversi RSUD di Jakarta sudah mencapai 89 persen. Dari segi occupancy, pasien bahkan sudah memenuhi lorong.

"Bagaimanapun saat ini kasusnya ada 100.000 lebih, jadi kita harus antisipasi untuk beberapa hari ke depan mungkin bisa sampai angka 120-an ribu. Kami sudah mendata dimana saat ini kebutuhan tempat tidur isolasi untuk ditambah adalah 16.648, serta untuk ICU butuh tambahan 3.622," papar Anies.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel