Pimpinan Serikat Buruh Ini Dipercaya Lagi Jadi Presiden Komisaris PTPP

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Andi Gani Nena Wea kembali dipercaya sebagai Presiden Komisaris BUMN PTPP (Persero) Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, di Kantor Pusat PTPP, Jakarta, Selasa (25/5/2021).

"Saya bersyukur atas amanah besar yang diberikan kembali pada saya," katanya.

Andi Gani merupakan Presiden Komisaris BUMN termuda. Pada saat diangkat, usianya baru 39 tahun. Andi Gani juga dikenal sebagai pimpinan Konfederasi Buruh ASEAN dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Sebelumnya, Andi Gani juga sempat diminta bergabung kedalam jajaran Kabinet Kerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Namun, ia lebih memilih tetap menjadi Presiden Komisaris BUMN PTPP (Persero) Tbk untuk berkonsentrasi penuh membantu Presiden Jokowi di bidang infrastruktur.

Andi Gani dikenal sangat dekat dengan Presiden Jokowi sejak dari Solo. Kemudian, secara aktif menggalang dukungan buruh saat Jokowi maju menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Pemilihan presiden selama dua periode.

Menurut Andi Gani, selain beberapa mata acara rutin yang diputuskan dalam RUPS Tahunan, Pemegang Saham PTPP juga menyetujui adanya perubahan susunan pengurus perseroan.

Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi PTPP yang baru:

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Andi Gani Nena Wea

Komisaris Independen : Nur Rochmad

Komisaris : Ernadhi Sudarmanto

Komisaris : Hedy Rahadian

Komisaris : Loso Judijanto

Komisaris : Ayodhia GL Kalake

Direksi

Direktur Utama : Novel Arsyad

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Agus Purbianto

Direktur Bidang Gedung : Anton Satyo Hendriatmo

Direktur Bidang Infrastruktur : Yul Ari Pramuraharjo

Direktur Bidang EPC : Eddy Herman Harun

Direktur Strategi Korporasi dan HCM : Sinur Linda Gustina Manurung

Kinerja PT PP sepanjang 2020

(Foto: Istimewa)
(Foto: Istimewa)

PTPP melaporkan kinerja perusahaan untuk Tahun Buku 2020 dimana Pendapatan Usaha (revenues) mencapai Rp 15,83 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 266 miliar.

Pemegang Saham PTPP dalam RUPS Tahunan juga telah menyetujui penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 128 miliar ditetapkan seluruhnya menjadi dana cadangan perusahaan.

Di luar mata acara rutin yang dipaparkan dalam rapat, RUPS Tahunan PTPP juga menyetujui adanya Perubahan Anggaran Dasar yang disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 15/POJK.04 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Terbuka dan POJK Nomor 16/POJK/04/2020 tentang Pelaksanaan RUPS Perusahaan Terbuka Secara Elektronik.

"Selain adanya penyesuaian terhadap POJK, juga terdapat perubahan atau penambahan yang merupakan usulan dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dalam Pasal 12 dan Pasal 15 Anggaran Dasar Perseroan," ujar Novel Arsyad selaku Direktur Utama.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel