Pindang Patin Bawa Sumsel Raih Penghargaan Provinsi Terinovatif 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Palembang - Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), memberikan penghargaan kepada 25 daerah di Indonesia sebagai kawasan terinovatif tahun 2020.

Di tingkat provinsi, Sumatera Selatan (Sumsel) masuk dalam lima provinsi terinovatif 2020. Yang juga diraih oleh Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Lampung, DKI Jakarta dan Banten.

Lalu di tingkat kota, ada 10 kota yang dinobatkan sebagai daerah terinovatif. Kota Palembang Sumsel pun, meraih penghargaan tersebut. Penghargaan ini juga diperoleh oleh Kota Yogyakarta, Bontang, Tangerang, Pekanbaru, Makassar, Bogor, Denpasar, Sukabumi dan Bekasi.

Untuk di tingkat kabupaten, dari 10 kabupaten yang meraih penghargaan dari Kemendagri, Kabupaten Musi Rawas (Mura) Sumsel juga masuk kategori.

Kabupaten lain yang juga menerima penghargaan yang sama yaitu, Situbondo, Wonogiri, Bogor, Banyuwangi, Temanggung, Lampung Barat, Hulu Sungai Selatan, Malang dan Sumenep.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Penganugerahaan Innovative Goverment Award (IGA) di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (18/12/2020) malam.

Penghargaan untuk Provinsi Sumsel diraih dari hasil presentasi inovasi pengalengan pindang ikan patin, yang merupakan makanan khas Sumsel.

"Sumsel penghasil ikan patin yang sangat besar, lebih dari 137 ribu ton per tahun. Olahan ikan patin yang populer di Palembang adalah Pindang Patin," katanya, Sabtu (19/12/2020).

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara langsung menyerahkan penghargaan tersebut, ke Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemprov Sumsel Edwar Juliartha.

Terkait penilaian dan pemberiaan penghargaan IGA 2020, menurutnya penerapan Inovasi Daerah Sumsel mengalami lonjakan yang luar biasa.

Indeks Inovasi Daerah

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara langsung menyerahkan penghargaan ke Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemprov Sumsel Edwar Juliartha.(Dok. Humas Pemprov Sumsel / Nefri Inge)
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara langsung menyerahkan penghargaan ke Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemprov Sumsel Edwar Juliartha.(Dok. Humas Pemprov Sumsel / Nefri Inge)

Bahkan, Nilai Indeks Inovasi Daerah Sumsel pada IGA tahun 2019 sebesar 7.477, dengan jumlah inovasi yang diterapkan sebanyak 33 inovasi.

“Dengan penghargaan IGA 2020 ini, semakin memotivasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, untuk melakukan peningkatan layanan publik dan tata kelola pemerintah dan pembangunan di daerah,” ucapnya.

Edward mengungkapkan, inovasi yang diterapkan di Sumsel meningkat hampir 2.000 persen. Yaitu berjumlah 616 inovasi dan Nilai Indeks Inovasi Daerah Sumsel tahun 2020 sebesar 87.713. Di mana, nilai tersebut menduduki ranking pertama dalam aplikasi IGA Kemendagri.

Dia berharap ke depannya, potensi yang ada di Sumsel bisa dijadikan ladang inovasi untuk membawa Sumsel lebih maju.

Beragam Program Inovasi

Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemprov Sumsel Edwar Juliartha menerima penghargaan IGA 2020 Kemendagri (Dok. Humas Pemprov Sumsel / Nefri Inge)
Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pemprov Sumsel Edwar Juliartha menerima penghargaan IGA 2020 Kemendagri (Dok. Humas Pemprov Sumsel / Nefri Inge)

Di tengah pandemi Covid-19, dia yakin Gubernur Sumsel terus berupaya melakukan beragam inovasi, untuk menggerakkan ekonomi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

"Berbagai program terobosan dan inovasi, terus ditingkatkan bagi IKM dan UMKM. Karena kita tahu pelaku usaha IKM dan UMKM ini, jumlahnya besar dan paling tahan banting. Namun mereka ini tetap perlu didukung oleh pemerintah daerah," katanya.

Edwar membeberkan, kondisi ekonomi Sumsel saat ini masih jauh lebih baik dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Sumsel lebih besar dibandingkan skala nasional yang minus 5,32 persen.