Pinjam dan Kembalikan, Insiatif Starbucks Jepang untuk Kurangi Sampah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Para pelaku usaha saat ini kian menggalakkan aksi peduli lingkungan. Salah satunya dilakukan oleh Starbucks Jepang yang melahirkan inisiatif menarik dalam menekan jumlah timbulan sampah yang kian mengkhawatirkan.

Dilansir dari Soranews24, Senin (22/11/2021), Starbucks memutuskan untuk mengurangi limbahnya hingga 50 persen pada 2030, baik dalam arti global dan khususnya mengenai pasar Jepangnya. Landasan dari misi ini adalah untuk menekankan penggunaan kembali bahan sedapat mungkin.

Program tersebut akan diuji di sepuluh gerai Starbucks di wilayah Tokyo. Rencana tersebut secara khusus menargetkan produksi gelas sekali pakai yang ditujukan untuk pesanan dibawa pulang.

Hal itu menimbulkan banyak gelas sekali pakai yang menghasilkan sejumlah besar karbon dioksida. Sebaliknya, Starbucks ingin mendorong pelanggan untuk menyewa gelar multi-guna lewat siklus "Borrow, Return, and Re-use" atau Pinjam, Kembalikan, dan Gunakan kembali.

Uji coba akan dilakukan dengan bantuan layanan Re&Go, layanan penggunaan kembali kontainer yang dibentuk bekerja sama dengan Nissha dan NEC Solutions Innovators. Untuk mengikuti program ini, pelanggan harus menambahkan akun Re&Go ke feed teman melalui LINE, layanan pesan populer di Jepang.

Kemudian, pelanggan dapat pergi ke toko untuk berpartisipasi. Outlet yang berpartisipasi, terdiri atas Marunouchi Building, GRANSTA Marunouchi, KITTE Marunouchi, Marunouchi Oazo, Marunouchi Shin-Tokyo Building, Marunouchi Mitsubishi Building, Otemachi Place, Otemachi Tokyo Sankei Building, Shin-Otemachi Building, dan Wadakura Fountain Park di Taman Nasional Koukyogaien.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Cara Peminjaman Gelas

Ilustrasi gerai Starbucks. (dok. pexels/Well Naves)
Ilustrasi gerai Starbucks. (dok. pexels/Well Naves)

Di konter, pelanggan dapat memberi tahu barista bahwa ingin menggunakan layanan tersebut. Lalu, ketuk tombol "sewa gelas" di aplikasi dan pindai kode QR yang dilampirkan ke cangkir saat Anda mendapatkannya.

Langkah selanjutnya adalah yang paling sederhana, yakni menikmati minuman yang dapat dibawa ke taman, kantor, atau bahkan kembali ke rumah di waktu luang Anda. Setelah selesai, pelanggan dapat mengembalikan gelas ke salah satu gerai Starbucks yang menjalankan program tersebut.

Ketuk "kembalikan cangkir" di aplikasi, pindai kode QR di toko, dan tinggalkan cangkir Anda di konter. Konsepnya adalah dengan menggunakan gelas keras dan tahan lama milik toko.

Misi Aksi

Inisiatif dari Starbucks Jepang ini dimulai dengan pelanggan dapat meminjam gelas, menggunakannya, dan terakhir dikembalikan. (Tangkapan Layar laman starbucks.co.jp)
Inisiatif dari Starbucks Jepang ini dimulai dengan pelanggan dapat meminjam gelas, menggunakannya, dan terakhir dikembalikan. (Tangkapan Layar laman starbucks.co.jp)

Gelas ini dibuat untuk menjaga suhu minuman di dalamnya. Pelanggan akan dapat mengurangi jumlah gelas plastik dan karton yang mereka gunakan, yang berarti Starbucks tidak perlu memproduksi sebanyak-banyaknya untuk memenuhi permintaan. Layanan ini hadir pada 1 Desember 2021 di Negeri Sakura.

Akun Re&Go dalam aplikasi LINE akan memungkinkan pelanggan untuk melacak berapa banyak karbon dioksida yang akan dihasilkan jika Anda menggunakan cangkir sekali pakai. Perusahaan berharap inisiatif ini akan mendorong lebih banyak pelanggan untuk memikirkan emisi mereka dengan cara yang dapat ditindaklanjuti.

Inisiatif ini adalah seruan terbaru Starbucks bagi pelanggan untuk menggunakan kembali cangkir dan gelas. Pada 2020, dirilis gelas ramah lingkungan kecil yang dapat digunakan kembali, dan awal 2021 menghadirkan sedotan silikon yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik sekali pakai.

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel