Pinta Ekonom saat Pemerintah Melonggarkan Perpanjangan PPKM

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Perpanjangan PPKM level terus dilakukan pemerintah guna menekan angka penyebaran Covid-19 sekaligus menstimulasi kegiatan ekonomi di Indonesia. Melihat hal ini, Ekonom menilai perlu dibarengi dengan transformasi di berbagai sektor perdagangan.

Transformasi tersebut dimaksudkan agar tidak terjadinya ketertinggalan karena perkembangan teknologi dan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan ekonomi di Indonesia.

Ekonom Senior, Didik J. Rachbini mengatakan sektor lainnya diluar kegiatan ekonomi juga perlu mengikuti arus dalam bertransformasi.

“Pelonggaran ekonomi harus diikuti dengan transformasi, dari pasar dan dagang ke e-commerce, jasa pelatihan dan pendidikan menjadi online, kegiatan kantor sebagian WFH (Work From Home) tetapi tetap produktif,” katanya saat dikonfirmasi Liputan6.com, Minggu (12/9/2021)

Meski begitu, ia juga menilai bahwa peloggaran kegiatan ekonomi masyarakat tak serta merta menjamin keamanan.

Hal ini perlu jadi perhatian oleh masyarakat agar tetap waspada. Ia mengatakan, kasus kematian akibat Covid-19 pada Agustus yang mencapai 1000 orang termasuk yang tertinggi di dunia.

“Sekarang sudah turun dan relatif terkendali meskipun demikian jangan euphoria dan tetap waspada. PPKM terus dijalankan dalam level yang lebih longgar untuk daerah zona hijau,” katanya.

Pertumbuhan Ekonomi Tak Tinggi

Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (17/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (17/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Didik menaksir dengan kondisi kegiatan ekonomi yang telah dibuka di berbagai sektor, hal itu belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Meski, pertumbuhan ekonomi indonesia akan tetap positif.

Diketahui, masih perlu ada upaya menyeluruh guna mendorong pertumbuhan ekonomi indonesia sesuai dengan target sekitar 5 persen layaknya kondisi normal.

Pelonggaran yang dilakukan pemerintah, saat ini baru mampu untuk menstimulasi kegiatan ekonomi informal masyarakat.

“Peritumbuhan ekonomi tidak akan sama dengan masa normal, tumbuh 5 persen moderat. Meskipun mungkin positif tetapi tetap tumbuh rendah,” jelas dia.

Berdasar analisinya, pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) tersebut bahwa sektor yang sedang berjalan, termasuk pemerintah perlu mewaspadai varian baru Covid-19.

Kemudian, ia juga menerangkan agar pemerintah lebih menyebarkan secara merata jangkauan vaksinasi, terutama pada wilayah-wilayah yang masih mencatatkan tingkat vaksinasi rendah.

“(harus waspadai) Varian baru dan wilayah yang kurang vaksin, harus lebih merata dan mendekati penuh atau mendekati keseluruhan warga divaksin,” tutupnya.

Infografis Wilayah Luar Jawa-Bali Perpanjang Level PPKM 3 dan 4

Infografis Wilayah Luar Jawa-Bali Perpanjang Level PPKM 3 dan 4. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Wilayah Luar Jawa-Bali Perpanjang Level PPKM 3 dan 4. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel