Pintu Stadion Kanjuruhan Terkunci saat Kerusuhan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Merdeka.com - Merdeka.com - Tragedi Kanjuruhan masih menyisakan sejumlah teka-teki belum terpecahkan. Salah satunya adalah kondisi tertutupnya pintu stadion saat peristiwa yang merenggut seratusan korban jiwa itu terjadi. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Albertus Wahyurudhanto menduga, kejadian pintu stadion tertutup tidak lepas dari panitia pelaksana (panpel).

"Kami belum ke sana, tapi secara logika Panpel. Tapi kepastian butuh pendalaman, di manapun 15 menit terakhir, harus terbuka," kata Albertus kepada wartawan di Malang, Selasa (4/10).

Selain itu, Kompolnas juga mempertanyakan siapa pihak yang mengunci 12 pintu stadion dan dua pintu besar.

Albertus melanjutkan, pendalaman juga dilakukan untuk mengungkap siapa yang memerintahkan penggunaan gas air mata dan mengapa tembakan itu diarahkan ke tribun.

"Itu nanti yang akan kita cek, berarti ada pejabat di dalam yang memerintahkan. Siapa orangnya sedang disidik.

Albertus merinci tidak mendapati adanya instruksi dari Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat untuk menembakkan gas air mata. "Kemudian juga tidak ada perintah dari Kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan represif. Yaitu dengan peluru gas air mata. Tidak ada. Itu disampaikan saat apel lima jam sebelumnya (pertandingan)," bebernya. [cob]