Pintu Tol Jatibening Sudah Kondusif

Liputan6.com, Bekasi: Suasana di pintu Tol Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/7) siang, sudah terkendali. Kendaraan sudah bisa berjalan meski agak tersendat menyusul penutupan Tol Jatibening oleh sekitar 500 warga. Aksi warga dipicu penutupan terminal bayangan di tol tersebut. 

Akibat aksi ini, kawasan Bekasi dan sekitarnya macet total. Selain itu, satu mobil milik PT Jasa Marga juga dibakar massa. Menurut seorang demonstran, Jasa Marga menghalangi warga untuk turun maupun naik dari kendaraan. Tidak hanya itu, Jasa Marga juga diduga menggunakan preman serta ormas untuk mencegah warga masuk atau berhenti di tempat itu. 

Para demonstran sebagian besar mengaku adalah tukang ojek sepeda motor, pedagang asongan, dan tukang parkir yang penghasilannya terganggu akibat penutupan terminal bayangan itu. 

Berdasarkan data yang dimiliki Jasa Marga, pada puncak jam sibuk dari 06.00 hingga pukul 14.00 WIBhari, sedikitnya ada 936 angkutan umum, seperti bus yang melakukan aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang. Artinya, setiap lima menit, ada sekitar 25 bus yang menurunkan dan menaikkan penumpang. Dan tidak jarang hal itu menyebabkan penyempitan lajur tol sehingga menimbulkan kemacetan.(ASW/BOG)