PIP dorong jangkauan penyaluran pembiayaan UMi

Direktur Utama Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Ririn Kadariyah mendorong jangkauan penyaluran pembiayaan usaha ultramikro (UMi) yang hingga kini telah tersebar di 509 kabupaten/kota dari total 514 kabupaten/kota.

"Jangkauan pelayanan mencapai 509 kabupaten/kota. Mudah-mudahan kita nanti bisa menjangkau seluruh kabupaten/kota yang ada di Indonesia," katanya dalam Konferensi Pers Kinerja PIP Semester I 2022 di Jakarta, Selasa.

Ririn menuturkan 509 kabupaten/kota itu mengalami peningkatan cukup signifikan sejak 2017 yang saat itu hanya 372 kabupaten/kota.

Secara rinci peningkatan jangkauan penyaluran pembiayaan UMi terus meluas menjadi ke 422 kabupaten/kota pada 2018, 458 kabupaten/kota pada 2019, 491 kabupaten/kota pada 2020 dan 503 kabupaten/kota pada 2021.

Ia mengatakan sejauh ini Pulau Jawa masih menjadi dominasi penyaluran pembiayaan UMi yaitu sebanyak 4,43 juta debitur dari total 6,4 juta debitur atau 69 persen.

"PIP sebagai institusi pemerintah tentu ingin memberikan pelayanan seluas-luasnya kepada masyarakat di Indonesia," ujar Ririn.

Oleh sebab itu, PIP terus mendorong perluasan jangkauan pembiayaan UMi terutama di luar Jawa yang salah satunya dilakukan dengan menambah jumlah penyalur.

Pembiayaan UMi sendiri sebenarnya tidak disalurkan secara langsung ke masyarakat oleh PIP melainkan melalui mitra penyalur yakni lembaga keuangan bukan bank.

Lembaga keuangan bukan bank dipilih mengingat program UMi merupakan fasilitas pemerintah yang menyediakan fasilitas pembiayaan bagi usaha ultramikro yang belum dapat mengakses pembiayaan dari perbankan.

Lembaga keuangan bukan bank yang menjadi mitra penyalur UMi di antaranya meliputi koperasi, perusahaan BUMN seperti PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan BUMD seperti Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Muamalah di Banda Aceh.

"Termasuk juga lembaga keuangan mikro di bidang pertanian, agribisnis dan lain-lain,” ujar Ririn.

Penyalur pembiayaan UMi pun terus mengalami peningkatan yaitu pada 2017 sebanyak sembilan penyalur, 18 penyalur pada 2018, 40 penyalur pada 2019, 46 penyalur pada 2020, 55 penyalur pada 2021 dan 60 penyalur pada semester I-2022.

"Kabupaten yang belum khususnya di luar Jawa karena tantangan geografisnya sangat tinggi makanya untuk pembiayaan ke sana harus cari mitra yang membuka layanan di sana," jelas Ririn.

Baca juga: Dirut PIP sebut realisasi pembiayaan UMi capai Rp22,04 triliun
Baca juga: Dirut PIP sebut realisasi pembiayaan UMi capai Rp19,83 triliun
Baca juga: Pembiayaan ultra mikro BRI selamatkan petani dari rentenir

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel