Pipa Gas Bocor Akibatkan 5 Meninggal, Warga Madina Mengungsi ke Masjid

Agus Rahmat, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tercatat sudah lima korban meninggal dunia, sebagai dampak pipa gas bocor milik Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, warga sekitar di Desa Sibanggor Julu dan Desa Purba Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, memilih mengungsi ke Masjid Agung Nur Ala Nur, di Kota Panyabungan.

Di masjid itu, terdapat 216 orang mengungsi. Mereka memilih pindah sementara untuk mencari aman dan terhindar gas beracun. Kelima korban meninggal saat kejadian pipa gas bocor, Senin siang, 25 Januari 2021.

Baca juga: Ledakan di Selokan Depan SPBU di Surabaya 'Aneh', Labfor Polri Turun

“Ada 216 orang yang kita ungsikan. Mereka ada kekhawatiran, kita ungsikan di lantai dua Masjid Agung di Panyabungan, masyarakat yang minta ke sana, karena di sana kan lebih aman,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madina, M Yasir Nasution kepada wartawan, Selasa, 26 Januari 2021.

Dengan kejadian peristiwa pipa gas PLTP yang dikerjakan oleh PT Sorik Marapi Geothermal Plant (SMGP). Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan BPBD kabupaten memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengungsi tersebut. "Campurlah mereka yang merasa ketakutan,” tutur Yasir.

Saat ini, Yasir mengungkapkan bahwa BPBD Kabupaten Mandailing Natal bersama masyarakat, juga fokus untuk membantu pemakaman jenazah para korban. “Semua jenazah korban sudah dipulangkan untuk dimakamkan,” kata Yasir.

Untuk korban selamat bertambah menjadi 29 orang. Mereka dirawat di RSUD Panyabungan. Korban mengalami gangguan pernapasan, diduga akibat menghirup gas yang bocor itu.

Selain itu, aktivitas pembangunan PLTP Sorik Marapi ditutup sementara oleh petugas kepolisian. Kemudian dilakukan penyeledikan oleh Polres Mandailing Natal, dibantu Polda Sumatera Utara.

Berikut nama-nama korban meninggal dunia:

1.Suratmi, 46 Tahun
2.Kaila Zahra, 5 Tahun
3.Yusniar, 3 Tahun
4.Syahrani, 14 Tahun
5.Dahni