Pipa Pertamina yang Meledak di Prabumulih Berfungsi Suplai Energi Nasional

Merdeka.com - Merdeka.com - Pipa Pertamina meledak di antara fasilitas operasi Pertamina EP (PEP) Limau Field dan PT Titis Sampurna di Desa Kemang Tanduk, Kecamatan Kapak Tengah (RKT), Prabumulih, Sumatera Selatan, Senin (10/5). Pasangan suami istri mengalami luka bakar 50 persen akibat kejadian itu.

ComRel & CID Zona 4 Pertamina Hulu Rokan (PHR) Andi Njo mengungkapkan, pipa tersebut menyalurkan gas yang berasal dari sumur ke titik-titik tujuan melalui Stasiun Kompresor Gas (SKG). Daerah Prabumulih menjadi salah satu penghasil gas untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

"Hasil gas itu dikonversi menjadi elpiji, jargas ke rumah-rumah penduduk, pembangkit listrik, industri pupuk, dan lainnya," ungkap Andi, Selasa (10/5).

Meski terjadi ledakan besar, operasional SKG 1 yang berada tak jauh dari TKP tidak berpengaruh. Penyaluran gas masih dilakukan sehingga tidak berdampak pada konsumen. "Tidak mengganggu operasional," ujarnya.

Dikatakan, SKG I menyalurkan bahan bakar (fuel engine) ke stasiun pengumpul, yakni SP V, SP VII, dan SP X. Hasil gas juga digunakan untuk peningkatan produksi minyak atau crude oil yang dilakukan PT Titis Sampurna.

"Penyebab ledakan masih dilakukan investigasi dan kami bertanggungjawab terhadap kesehatan dua korban luka, sekarang masih dirawat," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, ledakan itu mengagetkan warga sekitar dan berhamburan keluar rumah. Sepasang suami istri, K (52) dan N (47), warga Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Prabumulih, mengalami luka bakar. Mereka terkena api ledakan ketika melintas menggunakan motor untuk menyadap karet. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel