PIS Ambil Alih Saham Pertamina di Peteka Karya Tirta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina International Shipping (PIS) mengakuisisi seluruh saham milik PT Pertamina di PT Peteka Karya Tirta. Upaya ini sekaligus mendorong PT PKT mendukung Subholding Integrated Marine & Logistics.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), PIS melakukan pengambilalihan seluruh saham di PKT untuk dijadikan sebagai penyertaan modal PT Pertamina (Persero) pada Perseroan.

Diketahui, kegiatan penandatanganan Akta Pengambilalihan ini sendiri dilakukan pada Kamis (30/9/2021) lalu yang dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dan Direktur Utama PT Pertamina International Shipping serta disaksikan langsung oleh perwakilan notaris.

Dalam kesempatannya Direktur Utama Pertamina International Shipping, Erry Widiastono mengatakan, persetujuan pengambilalihan saham Peteka Karya Tirta oleh PIS merupakan suatu langkah positif dan dukungan terhadap adanya restrukturisasi dan transformasi PIS menjadi subholding integrated marine & logistics.

"Hal ini membuat PIS memiliki keleluasaan untuk mengelola aset oleh Pertamina” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (7/10/2021).

Adanya pengambilalihan saham ini membuat PIS menjadi pemegang saham mayoritas atau memiliki pengendalian langsung pada PT Peteka Karya Tirta.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati pada kegiatan tersebut menyampaikan, pengambilalihan saham PKT oleh PIS merupakan salah satu upaya perusahaan dalam meningkatkan value perusahaan dalam hal ini Pertamina International Shipping (PIS) yang sudah bertransfromasi menjadi subholding integrated marine & logistics.

"Saya berharap PIS dapat meningkatkan profitability perusahaan melalui pengoptimalisasian kinerja, baik dari segi kinerja operasional kapal maupun pengelolaan 6 terminal strategis” ungkapnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kinerja PIS

Kapal tanker raksasa atau Very Large Crude Carrier (VLCC) berkapasitas 2 juta barel milik PT Pertamina (Persero) mulai melaut (dok: Pertamina)
Kapal tanker raksasa atau Very Large Crude Carrier (VLCC) berkapasitas 2 juta barel milik PT Pertamina (Persero) mulai melaut (dok: Pertamina)

Informasi, pada kuartal-III tahun 2021, PIS yang saat ini menjadi Subholding Integrated Marine Logistics telah berhasil menorehkan beberapa pencapaian dari sisi kinerja operasional kapal.

Hal tersebut tidak terlepas dari beberapa upaya strategis yang dilakukan seperti perubahan mindset, perubahan prosedur dan cara kerja, optimalisasi support system serta continuous improvement dalam memberikan nilai tambah Kapal Milik dengan menerapkan Best Practice dalam Ship Management dan mekanisme Benchmarking dengan external Ship Management.

Sedangkan, untuk mengoptimalisasikan pengelolaan 6 terminal strategis, Management PIS akan secara rutin melakukan kunjungan kerja ke 6 terminal tersebut untuk memastikan proyek strategis berjalan sesuai rencana dan memberikan masukan perbaikan dalam kegiatan operasional di lapangan sebagai bentuk pengawasan dan pendampingan oleh management perusahaan.

Erry berharap dengan adanya kegiatan pengambilalihan saham ini PIS telah memiliki perencanaan untuk pengelolaan dan pengembangan bisnis pengembangan bisnis yang terintegrasi bagi Pertamina Internasional Shipping ke depan melalui optimalisasi pengelolaan bisnis di multi sektor.

"Baik Transportasi, Logistik, dan Storage membuat PIS terus berkembang dengan meningkatkan kehandalan sarana dan fasilitas serta aspek managerial untuk dapat melayani Subholding (SH) lainnya dari Hulu sampai ke Hilir juga pasar non Pertamina termasuk pasar regional” tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel