Pisah ya Pisah Saja, Tak Perlu Menjelek-jelekkan Mantan Pasangan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Tak semua hubungan bisa berlangsung selamanya. Karena situasi, keadaan, atau kondisi tertentu, sebuah hubungan bisa berakhir perpisahan. Sebuah hubungan bisa saja pada akhirnya tak bisa dipertahankan lagi demi kebaikan bersama.

Hanya saja kadang ada saja pasangan yang masih menjelek-jelekkan sosok mantan setelah berpisah. Baru pacaran beberapa waktu lalu putus, eh langsung mengumbar semua keburukan mantan pacar ke publik. Yang menikah dan akhirnya memutuskan bercerai, ada juga yang kemudian mengumbar semua hal jelek mantan pasangan ke media sosial. Oke, kita hidup di era media sosial, tapi kalau sudah pisah ya pisah saja, tak perlulah menyudutkan mantan pasangan ke khalayak umum.

Sadari bahwa Memang Butuh Waktu untuk Bisa Melupakan Mantan

Ada sebuah penelitian menarik. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Positive Psychology tahun 2007 menemukan bahwa butuh waktu selama sebelas minggu agar seseorang bisa melupakan mantannya. Sebelas minggu atau sekitar tiga bulan adalah waktu yang diperlukan seseorang untuk melepas bayangan sosok mantan.

Kita perlu menyadari bahwa kita semua memang butuh waktu untuk bisa melupakan mantan, entah itu mantan pacar atau mantan suami/istri. Dalam kurun waktu tertentu bisa saja kita sulit berpikir jernih. Ada perasaan patah hati, ada keinginan untuk membela diri, atau malah merasa yang paling benar sendiri karena tak mau dicap negatif oleh orang lain. Di saat seperti itu, ada baiknya memang meluangkan lebih banyak waktu untuk diri sendiri atau introspeksi diri, bukan malah "menyerang" atau menjelek-jelekkan mantan pasangan.

Yang Sudah ya Sudah

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Yang sudah ya sudah. Kalau sudah memutuskan untuk berpisah, ya sudah berpisah. Tidak semua hal yang berkaitan dengan mantan pasangan bisa langsung diumbar dan disebarkan begitu saja untuk jadi konsumsi publik. Malah mungkin hanya akan menambah masalah saja jika terus menjelekkan mantan pasangan ke publik.

Sahabat Fimela, jika mantan pacarmu atau mantan suamimu mengurai keburukan atau menyebarkan hal-hal yang tidak benar tentang dirimu, jangan keburu tersulut emosi. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam SAGE Journals dengan judul Personality at Midlife: Stability, Intrinsic Maturation, and Response to Life Events menemukan bahwa pria ternyata memiliki kecenderungan lebih susah melupakan hubungan cinta masa lalunya ketimbang perempuan. Sehingga jika dia melakukan hal impulsif yang menyerang dirimu setelah hubungan diakhiri, coba sedikit pahami bahwa dia butuh waktu lebih lama untuk melupakanmu.

Tidak Ada Manusia yang Sempurna

Mungkin ini memang hal yang klise, tapi begitulah adanya. Tidak ada manusia yang benar-benar sempurna. Mungkin dalam sebuah hubungan, ada hal-hal yang gagal kita usahakan atau pertahankan. Diri kita dan mantan pasangan kita pastinya punya hal-hal yang memang masih perlu diperbaiki lagi.

Jika sebuah hubungan pada akhirnya berujung pada perpisahan, sudahi dengan baik-baik. Akhiri dengan harapan baik. Yang sudah ya sudah. Setelah itu mulai melangkah memulai lembaran baru yang lebih baik lagi ke depannya.

#ElevateWomen