Pisau Penikam Osama bin Laden Dilelang Rp 341 juta

TEMPO.CO, London -  Masih ingat dengan kematian Osama bin Laden, pendiri kelompok Al-Qaeda? Hingga kini, berbagai kabar simpang siur soal penyebab meninggalnya bin Laden masih beredar.

Bahkan politikus Turki dan mantan agen intelijen Amerika, Berkan Yashar, menyatakan bin Laden tewas karena sakit, pada 6 Juni 2006. Namun Angkatan Laut Amerika, Navy SEAL, berkukuh merekalah yang menembak mati Osama bin Laden.

Kini, sebuah pisau lipat yang diklaim digunakan Navy SEAL dalam penyerbuan terakhir ke lokasi persembunyian Osama bin Laden telah dilelang. Senjata tajam itu dilepas dengan harga US$ 35.000 atau sekitar Rp 341 juta.  "Pisau tajam, hitam, dan mencolok ini begitu bersejarah," tulis Mail Online, Ahad, 19 Mei 2013.

Pisau ini merupakan milik Matt Bissonnette. Sekitar 8 tahun sebelum misi ke Pakistan 2011, Bissonnette mendapatkan pisau lipat ini dari Emerson Knives. "Pisau ini diberikan untuk mengambil bagian kematian teroris paling terkenal di dunia," tulis Mail Online.

Nama Bissonette alias Mark Owen, mungkin akrab terdengar di telinga. Sebab dengan nama samaran ini, mantan Navy SEAL itu menuliskan catatan serangan terhadap Osama bin Laden, No Easy Day: The Firsthand Account of the Mission That Killed Osama Bin Laden.

Kini Bissonnette mendonasikan pisaunya ke kelompok Combat Flip Flops. Alasan Bissonnette, pemilik Combat Flip Flops adalah sahabatnya. "Temanku bercerita tentang lelang ini," kata Bissonnette di 24fundraiser. "Menurut dia, uang yang diperoleh akan disumbangkan ke Kabul. Dan saya ingin membantu dengan cara apapun yang bisa dilakukan.”

Selama ini, Combat Flip Flops menjual pelbagai model sendal jepit. Dan rencananya, Combat Flip Flops akan pindah ke Kabul, Afganistan. Tujuannya untuk membangkitkan perekonomian di sana. Dari lelang ini, Combat Flip Flops mendapatkan dana sekitar Rp 741 juta. Dan menurut ABC News, sebagian hasil pelelangan akan diberikan kepada keluarga Brett 'Shady' Shadle, anggota dari Seal Team Six yang tewas pada saat pelatihan di Arizona, Amerika Serikat.

DAILY MAIL | ANINGTIAS JATMIKA

Topik terhangat:

PKS Vs KPK | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

Terpopuler:

Di Prancis Ada Masjid Gay

Wanita Ini Mengaku Kecantikannya Jadi Bencana

Iran Menghukum Gantung Mata-mata Israel dan AS

Rusia Mengaku Sudah Peringatkan CIA di Moskow

Masjid Gay Ada di Lokasi Prostitusi  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.