Pisau yang Dibawa Kuat Maruf Dipakai untuk Mengancam Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menjawab pisau yang dipegang oleh sopir Irjen Ferdy Sambo, Kuat Maruf (KM) pada saat rekonstruksi, Selasa (30/8). Menurutnya, pisau itu digunakan oleh Kuat untuk mengancam Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat.

"Kan sudah banyak beredar info keterangan pacar almarhum J yang menyatakan diancam skuad-skuad lama," kata Agus saat dihubungi, Rabu (31/8).

"Si Kuat orang lama, bawa pisau (mengancam kalau Almarhum J naik ke atas)," sambungnya.

Dia menegaskan, informasi soal pisau Kuat itu juga dikuatkan dengan pemeriksaan atau keterangan saksi.

"Seperti itu kan cerita almarhum kepada pacarnya (pengancaman) dikuatkan keterangan saksi," tegasnya.

Sebelumnya, reka adegan atau rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J ditutup dengan adegan penyerahan dua buah pisau Kuat Ma'ruf kepada salah satu ajudan eks Irjen Ferdy Sambo, Deden. Pisau tersebut menjadi pertanyaan apakah dugaan Brigadir J benar dianiaya.

Diketahui, pisau yang dibawa oleh sopir Ferdy Sambo, Kuat berawal dari peristiwa di Magelang. Tidak hanya sebuah pisau, Kuat juga membawa satu unit Handy Talky (HT) yang digunakan untuk berkomunikasi.

Dari keterangan Dirtipidum Brigjen Andi Rian pisau yang dibawa Kuat ada kaitannya dengan peristiwa yang ada di Magelang.

"Pisau itu barang bukti terkait satu peristiwa di Magelang, begitu," ungkap Andi.

Tetapi, Andi tidak merinci fungsi pisau tersebut digunakan pada saat peristiwa apa. Kendati demikian Brigjen Andi Rian menjelaskan pihaknya bakal kembali memeriksa peristiwa di Magelang.

Dia mengatakan bakal menggali keterangan dari lima orang, empat tersangka pembunuhan Brigadir J.

"Besok konfrontir ada lima orang, PC (Putri Candrawathi), Susi, Kuat Maruf, Ricky Rizal, dan Richard Eliezer," jelasnya. [ray]