Pita Hitam di Hari Pertama Masuk Sekolah SMAN 70  

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah orang tua murid tampak sibuk membagikan pita hitam di pintu masuk SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan. Pita ini menjadi simbol duka murid, guru, dan orang tua atas peristiwa tawuran yang pecah pekan lalu.

"Ini simbol turut berduka cita," kata Oke, salah seorang orang tua murid kelas X, Senin, 1 Oktober 2012. Menurut dia, pembagian pita hitam ini adalah inisiatif dari pihak sekolah.

"Kami diminta membantu bagikan," ucap Oke. Para alumni yang hadir juga diminta mengenakan pakaian hitam. "Orang tua kelas I, II, III pakai baju putih."

Pada Senin pagi ini digelar upacara bendera pertama pasca-insiden tawuran yang menewaskan seorang siswa SMAN 6. Masih menurut Oke, pukul 10.00 nanti, para orang tua murid SMAN 70 dengan SMAN 6 akan bertemu. "Saat itu, kami bergabung dengan SMAN 6. Kami sudah mengundang," katanya.

Suasana di jalan depan sekolah menjadi lebih padat pagi ini. Kehadiran sejumlah stasiun televisi dan kerumunan orang tua di pintu depan menarik perhatian. Warga yang lewat melambatkan kendaraan mereka untuk menengok sekolah yang tengah jadi pemberitaan ini.

Hari pertama masuk sekolah pada hari ini juga masih diwarnai ramainya spanduk anti-tawuran. Sebelas spanduk yang mengkampanyekan anti-tawuran terpampang di pagar. Mulai dari kumpulan tanda tangan hingga ucapan duku cita alumni. "Sudah empat hari ada spanduk-spanduk ini," ucap salah seorang guru.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin lalu, 24 September 2012, sekitar pukul 12.15, terjadi tawuran antara siswa SMAN 70 dan SMAN 6 di bundaran Bulungan. Satu siswa tewas bernama Alawy Yusianto Putra, 15 tahun, pelajar yang masih duduk di bangku kelas X SMAN 6. Ia tewas karena mengalami luka bacok di bagian dada.

ATMI PERTIWI

Berita terpopuler lainnya:

Hindarkan Pelajar dari Tawuran

Tawuran Pelajar, Tamparan bagi Dunia Pendidikan

SMA 6 Minta Polisi Usut Tuntas Tawuran di Bulungan

Menteri Agama: Film Kekerasan Picu Tawuran Pelajar

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.