Pj Bupati Sidoarjo: Pemahaman Warga soal 3T di PPKM Mikro Masih Kurang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Hudiyono atau Cak Hud mengungkapkan, masih ada kekurangan dalam menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di tingkat Rukun Warga (RW).

"Mulai dari pelaksanaan testing, tracing dan treatment atau 3T harus benar-benar dipahami. Satgas Covid-19 desa harus tahu betul prosedur menjalankan PPKM mikro di tempatnya," ujarnya, Sabtu (13/2/2021).

Hudiyono menyebut, pemahaman tentang tracing masih kurang pada PPKM skala mikro ditingkat RW kali ini. Dia mengatakan tracing harus efektif untuk mencegah penularan Covid-19. Semisal terdapat satu orang terpapar Covid-19, harus ada tujuh orang yang seharusnya di rapid tes.

"PPKM skala mikro ini kalau berjalan saya kira akan efektif menurunkan kasus Covid-19," ucapnya.

Pelaksanaan PPKM skala mikro di Sidoarjo merupakan strategi yang bagus menghentikan Covid-19. Masyarakat diajak untuk tahu bagaimana mencegah dan menangani penyebaran Covid-19 yang terjadi di wilayahnya sendiri.

PPKM Mikro Berjalan Baik

"Orang-orang RT harus paham apa itu tracing, apa itu testing apa itu treatment, kalau itu paham saya kira kampung ini benar-benar tangguh," ujarnya.

Meski begitu, lanjut Hudiyono, penerapan PPKM mikro mandiri di RW 12 Perumahan Taman Wisata Tropodo ini sudah cukup baik.

"Mulai dari dilakukan rapid tes antigen kepada warga sampai penyediaan ruang isolasi bagi warga yang terpapar Covid-19," ucapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: