PKB doa bersama untuk prestasi atlet Jateng di PON Papua

·Bacaan 1 menit

Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah (Jateng) menggelar doa bersama untuk prestasi terbaik bagi kontingen asal Jateng pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 di Papua.


Doa bersama untuk seluruh atlet PON XX/2021 tersebut berlangsung di Kantor DPW PKB Jateng, Semarang, Kamis (30/9) malam, yang melibatkan tokoh agama, santri, dan masyarakat sekitar.


Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori mengatakan berdasarkan arahan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, maka kegiatan Khotmil Ouran dan Doa ini telah dilakukan rutin selama hampir satu tahun ini, demi keselamatan bangsa.


Khusus kali ini untuk memberikan dukungan spiritual kepada para atlet yang berlaga.


"Persiapan fisik bagi para atlet, tentu sudah dilakukan dengan matang dan sebaik mungkin. Dengan dukungan spiritual kita mendoakan agar hasilnya maksimal," ujarnya.


Hasil maksimal itu, ujar Gus Yusuf, sapaan akrabnya, agar kontingen Jateng mampu mendulang banyak medali emas, bahkan diharapkan bisa menjadi juara umum atau memperbaiki peringkat dalam pesta olahraga antarprovinsi se-Indonesia tersebut.


Oleh karena itu, ikhtiar dan doa harus terus beriringan, dan pihaknya juga sangat bangga jika para atlet Jateng meraih prestasi yang maksimal, salah satunya dengan meraih medali emas pada PON tersebut.


"Karenanya, ikhtiar dan doa harus terus beriringan dan saya menilai pengorbanan para atlet sangat luar biasa, baik waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi agar mampu tampil prima dan menjadi yang terbaik di PON XX/2021 Papua," katanya pula.


Provinsi Jateng menargetkan dapat meraih 45 medali emas pada PON XX/2021 Papua dengan mengirimkan sebanyak 651 atlet dan pelatih yang akan berlaga di 39 cabang olahraga.
Baca juga: Ganjar kawal langsung keberangkatan kontingen Jateng
Baca juga: Ganjar ajak masyarakat semangati atlet PON asal Jateng

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel