PKB: Jokowi Buka Mata Dunia Akan Kontribusi Indonesia Tangani Perubahan Iklim

·Bacaan 2 menit
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar atau Cak Imin Saat Menyapa Warga Demak. (foto: Dokumentasi PKB).

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau kini disapa Gus Muhaimin memuji Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang bisa membuka mata dunia tentang peranan Indonesia dalam menanggulangi perubahan iklim, seperti yang disampaikan di KTT COP26 Glasglow beberapa waktu lalu.

"Pak Jokowi telah membuka mata dunia bahwa Indonesia telah berkontribusi nyata terhadap penanggulangan perubahan iklim. Indonesia di era kepemimpinan Pak Jokowi menunjukkan tren yang cukup positif dalam penanggulangan perubahan iklim global," kata dia, dalam keterangannya, Jumat (5/11/2021).

Wakil Ketua DPR RI ini juga memandang Jokowi bersikap tegas dengan mempertanyakan seberapa besar kontribusi negara maju untuk Indonesia yang telah menunjukkan kontribusi nyata bagi penanggulangan perubahan iklim dunia.

"Kalau Indonesia sudah berbuat cukup signifikan untuk menjaga kelestarian alam untuk kepentingan dunia, sudah seharusnya dunia juga memberikan perhatian khusus pada Indonesia," jelas Gus Muhaimin.

Karena itu, dia menegaskan, PKB akan selalu mendukung Presidrn Jokowi untuk menjaga kelestarian lingkungan.

"PKB sebagai partai yang selama ini konsisten dan memberikan perhatian serius pada isu-isu lingkungan dan perubahan iklim, akan selalu mendukung kinerja nyata Pak Jokowi dalam menjaga kelestarian lingkungan demi terciptanya lingkungan hijau," kata Gus Muhaimin.

Restorasi Ekosistem Hutan Bakau

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan, Indonesia tengah merestorasi ekosistem mangrove yang berperan penting dalam menyerap dan menyimpan karbon. Saat ini, kata dia, Indonesia mempunyai lebih dari 20 persen total area mangrove dunia.

Hal ini membuat Indonesia sebagai negara yang memiliki area mangrove terbesar di dunia. Oleh sebab itu, Jokowi mengatakan akan mendirikan Pusat Mangrove Dunia di Indonesia.

"Indonesia juga akan mendirikan Pusat Mangrove Dunia di Indonesia," ucap Jokowi saat menjadi pembicara pada World Leaders Summit on Forest and Land Use yang digelar di Scotish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, Selasa, 2 November 2021.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan tiga pandangan terkait menjadikan hutan sebagai bagian dari aksi iklim global. Menurut dia, negara harus memperhatikan seluruh jenis ekosistem hutan.

"Pertama, perhatian kita harus mencakup seluruh jenis ekosistem hutan, tidak hanya hutan tropis, tapi juga hutan iklim sedang dan boreal," ujarnya.

Kebakaran hutan, misalnya, berdampak pada emisi gas rumah kaca dan keanekaragaman hayati apapun jenis ekosistemnya. Kebakaran dahsyat di benua Amerika, Eropa, dan Australia juga menjadi kekhawatiran bersama.

"Indonesia siap berbagi pengalaman tentang keberhasilannya mengatasi karhutla dengan negara-negara itu," jelas Jokowi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel