PKB lirik Mahfud jadi capres 2014

MERDEKA.COM, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mencari tokoh yang dinilai pas untuk dicalonkan menjadi capres di 2014 nanti. Salah satu nama yang muncul di PKB adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

"Kita belum pernah bahas masalah capres di forum resmi. Kalau person to person ya wajar lah. Mahfud MD salah satu memang diobrolan ringan yang dianggap punya potensi," tutur anggota Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Malik Haramain di Galery Cafe, Jakarta Pusat, Minggu (2/12).

Menurutnya, Mahfud memiliki ikatan emosional dan hubungan baik dengan PKB. Apalagi sosok Mahfud adalah sosok tokoh yang saat ini dinilai bersih.

"Mahfud salah satu yang sering jadi perbincangan informal. Namun nanti obrolan itu akan dibawa ke forum resmi," katanya.

Selain itu, nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar pun telah masuk dalam pembahasan internal. Ia mengatakan, PKB tak menutup kemungkinan akan muncul nama-nama lain untuk diusung menjadi capres.

"Kalau di internal kita, Cak Imin cukup kuat. Untuk kalangan internal Pak Muhaimin salah satu yang mungkin bisa diusulkan oleh teman-teman. Meskipun beliau belum ada pernyataan akan maju atau tidak," tuturnya.

Malik mengusulkan pada 2013 diterapkan sistem konvensi dalam mencari capres dari PKB. Tujuannya, agar bisa menyaring nama-nama yang berpotensi sebagai capres dan cawapres.

"Saya mengusulkan PKB menggunakan sistem konvensi agar kita bisa mengukur. Hasil itu bisa diukur mulai dari popularitas dan elektabilitas. Mekanismenya 6 bulan sebelum konvensi dilakukan kita kasih pengumuman terlebih dahulu," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.