PKB Lumajang Pimpinan Ali Mudhori Dinilai Ilegal  

TEMPO.CO, Lumajang - Majelis hakim Pengadilan Negeri Lumajang dalam putusannya, Senin, 21 Mei 2012, memutuskan kepengurusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang dipimpin Ali Mudhori, orang dekat Muhaimin Iskandar, cacat hukum.

Ketua majelis hakim, Imam Hanafi, saat membacakan amar putusan menguraikan bahwa Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Lumajang ke-3 akhir 2011 merupakan perbuatan melawan hukum. Muscab yang didasarkan keputusan DPP PKB pimpinan Muhaimin Iskandar tidak sesuai AD/ART partai.

Karena itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB yang dipimpin Ali Mudhori tidak boleh menggunakan atribut partai, mulai dari bendera, logo, serta stempel. »Surat-surat yang berkenaan dengan urusan administrasi internal maupun eksternal yang dikeluarkan PKB Ali Mudhori batal demi hukum,” kata Imam Hanafi.

Putusan pengadilan tersebut merupakan akhir dari sengketa kepengurusan DPC PKB Lumajang setelah Ketua DPC PKB Kabupaten Lumajang Rofiq Abidin menggugat surat keputusan pengesahan kepengurusan PKB pimpinan Ali Mudhori.

Kuasa hukum DPC PKB Lumajang versi Rofiq Abidin, Mahmud, menyambut baik putusan pengadilan. Mahmud menilai putusan tersebut sebagai contoh yang baik dalam penegakan hukum di Indonesia. »Dengan demikian, kepengurusan yang dipimpin Ali Mudhori ilegal,” ujarnya.

Wakil Ketua DPC PKB kubu Rodiq, Romli, juga menyatakan hal yang sama. Karena itu, Romli meminta massa PKB Lumajang yang terbelah akibat sengketa segera bersatu. "Mari bersama-sama membesarkan PKB," ucap Romli kepada wartawan seusai menghadiri pembacaan putusan pengadilan.

Hingga berita ini ditulis, pengurus DPC PKB Lumajang kubu Ali Mudhori belum bisa dimintai konfirmasi terkait putusan pengadilan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, kepengurusan DPC PKB yang diketuai Ali Mudhori dilantik oleh Helmi Faisal Zaini. Acara pelantikan yang berlangsung di Pondok Pesantren Arohmaniyah, Lumajang, itu juga dihadiri Ketua PBNU Said Agil Siradj.

DAVID PRIYASIDHARTA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.