PKB Tak Ingin Latah Sunting Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyatakan, pihaknya tidak akan latah ingin mempersunting Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024, seperti parpol-parpol lain.

Menurut Jazilul, meski di survei elektabilitas Ganjar tinggi, namun angkanya belum dominan atau berada di atas 50 persen.

"Hari ini tidak ada elektoral elektabilitas termasuk Pak Ganjar di atas 30 persen. Itu artinya, saya sudah pakai ilmu survei nih itu artinya belum ada yang dominan termasuk Pak Ganjar," ujar Jazilul kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

Apabila nantinya Ganjar ingin nyapres dari PKB, Jazilul menyarankan sebaiknya Gubernur Jateng itu melamar sendiri ke partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini.

"Kalau dia enggak punya partai masa kita yang ngelamar, dia yang ngelamar ke kita. Begitu caranya," ucap Jazilul.

Terkait maraknya survei saat ini, Jazilul menyebut ada upaya framing agar Ganjar sebagai calon presiden (capres) terkuat saat ini.

"Jadi biasalah, Pak Ganjar diframing seakan-akan memang beliau yang paling ini, tapi kan partainya belum ada sampai saat ini," kata dia.

Masih Dorong Ketua Umum PKB

Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar atau Cak Imin Saat Menyapa Warga Demak. (foto: Dokumentasi PKB).
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar atau Cak Imin Saat Menyapa Warga Demak. (foto: Dokumentasi PKB).

Saat ini, lanjut Jazilul, PKB masih satu suara mendorong Ketua Umum Muhaimin Iskandar sebagai capres 2024.

"PKB tetap, temen-temen yang ada di daerah semua masih mendorong, berharap Gus Muhaimin tetap maju menjadi capres," pungkasnya.

Relawan Tokoh Bermunculan Jelang Pilpres 2024

Infografis Relawan Tokoh Bermunculan Jelang Pilpres 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Relawan Tokoh Bermunculan Jelang Pilpres 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel