PKB Usul Konser Musik Tetap Diizinkan dengan Catatan Promotor Patuh Aturan

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyelenggaran konser musik di Indonesia sedang menjadi sorotan. Sejumlah konser musik dihentikan lantaran bermasalah dan menyalahi prosedur. Rata-rata disebabkan karena kelebihan kapasitas dalam venue sehingga menimbulkan penonton pingsan.

Contohnya konser musik Berdendang Bergoyang, Konser Musik Jatim Fair, Kickfest 2022 sampai terbaru konser boyband NCT 127. Pemerintah memutuskan untuk mengevaluasi pelaksanaan konser musik untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Beredar pula isu mengenai larangan peniadaan sementara penyelenggaraan event, termasuk konser musik hingga Desember 2022 yang sedang menyeruak di tengah publik.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai konser musik sebaiknya tetap dilaksanakan dengan catatan kepada promotor untuk berkomitmen dalam menjalankan sesuai aturan.

"Sebaiknya konser tetap dilaksanakan secara terbuka karena itu bagian dari ekonomi rakyat," kata Juru bicara (Jubir) muda PKB Dide Irawan dalam keterangan yang diterima dilansir Antara, Selasa (15/11).

Dia tak sependapat dengan isu pelarangan tersebut. Menurut dia, konser musik sebaiknya tetap dilaksanakan secara terbuka karena itu bagian dari ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, setiap penyelenggaraan konser pasti melibatkan banyak pegiat ekonomi. Mulai dari penjualan produk ternama sampai penjual produk-produk UMKM.

"Dengan adanya penyelenggaraan konser, laju ekonomi terus berputar," tuturnya.

Bila pemerintah mengambil keputusan untuk tetap memperbolehkan konser, dia meminta agar para promotor konser menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Kemudian, tidak boleh lagi ada toleransi terhadap pelanggaran sekecil apa pun.

"Promotor konser harus komitmen untuk menjalankan sesuai aturan," ucapnya.

Di samping itu, lanjut Dide, promotor konser harus benar-benar memperhatikan masalah keamanan dan ketertiban. Dengan demikian, peristiwa penonton yang melebihi kapasitas tidak terulang kembali.

"Promotor jangan hanya mencari untung belaka, tapi masalah ketertiban dan keamanan acara harus benar-benar jadi perhatian serius," kata Dide.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan jajarannya menggelar Rapat Evaluasi Mekanisme Perizinan Penyelenggaraan Kegiatan di Hotel Four Seasons Hotel, Jakarta Rabu (9/11). Rapat dilakukan untuk mengelavuasi sejumlah festival musik yang bermasalah.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa mengatakan, pihaknya mengundang seluruh stakeholder guna mengevaluasi sejumlah peristiwa yang terjadi di industri event.

"Akhir-akhir ini kita dihadapkan dengan kabar tak sedap dengan adanya beberapa event seperti Berdendang Bergoyang, Konser Musik Jatim Fair, Kickfest 2022, Konser NCT yang berbuntut kericuhan, bahkan menyebabkan puluhan orang pingsan saat event berlangsung," ungkap Rizki Handayani dalam keterangannya, Senin (14/11).

"Untuk itu, Rapat Evaluasi Mekanisme Perizinan Penyelenggaraan Kegiatan dilaksanakan untuk mengevaluasi serta berdiskusi lebih lanjut dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan terkait langkah yang dapat diambil, agar ke depannya musibah seperti itu tidak terulang lagi," paparnya.

Rizki menyampaikan, Kemenparekraf terus mendorong pemulihan sektor parekraf. Hal sesuai langkah strategis Sandiaga Uno merujuk arahan Presiden Joko Widodo untuk menggeliatkan industri event yang menjadi lokomotif pemulihan ekonomi nasional. Sebab, mengacu survei IVENDO, industri event sangat menjanjikan, yakni sebesar Rp 423 miliar pasca pandemi covid-19.

Meski angka tersebut menurun dibandingkan potensi bisnis sebelum pandemi, yakni sebesar Rp164 triliun per tahun, tetapi hal ini menjadi pertanda mulai bergeliatnya lagi industri event di Indonesia.

Oleh karena itu, Rizki berharap tahun ini bisa menjadi momen pemulihan ruang gerak dan eksplorasi industri event maupun ekonomi kreatif.

[ray]